Luar Negeri

Armenia Gempur Azerbaijan, Perebutan Wilayah Separatis Nagorno-Karabakh

Armenia dan Azerbaijan kembali berperang pada Minggu (27/9/2020) atas sengketa wilayah separatis Nagorno-Karabakh.

Editor: M Nur Pakar
AFP /Handout/Armenian Defence Ministry
Foto dari rekaman video memperlihatkan tank tempur Azerbaijan terbakar saat bentrokan dengan pasukan Armenia di wilayah yang diperebutkan, Nagorno-Karabakh, Minggu (27/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM, YEREVAN - Armenia dan Azerbaijan kembali berperang pada Minggu (27/9/2020) atas sengketa wilayah separatis Nagorno-Karabakh.

Armenia mengatakan seorang wanita dan seorang anak tewas di daerah itu akibat tembakan dari pasukan Azerbaijan dan Presiden Azerbaijan mengatakan militernya menderita kerugian.

Armenia juga mengklaim dua helikopter Azerbaijan ditembak jatuh dan tiga tank Azerbaijan terkena artileri, tetapi Kementerian Pertahanan Azerbaijan menolak klaim itu.

Pertempuran hebat meletus di pagi hari di wilayah Azerbaijan, tetapi telah di bawah kendali pasukan etnis Armenia sejak 1994 pada akhir perang separatis.

Belum jelas apa yang memicu pertempuran itu, bentrokan terparah sejak bentrokan Juli 2020 menewaskan 16 orang dari kedua belah pihak, lansir AP, Minggu (27/9/2020).

Pemuda Mesir Kembangkan Bahan Nanoteknologi, Baju dan Masker Keren Anti Serangan Virus Corona

Pihak berwenang Nagorno-Karabakh melaporkan penembakan menghantam ibu kota wilayah Stepanakert dan kota Martakert dan Martuni.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan juga mengatakan penembakan Azerbaijan menghantam wilayah Armenia dekat kota Vardenis.

Kepala Hak Asasi Manusia Armenia, Arman Tatoyan mengatakan seorang wanita dan seorang anak tewas dan dua warga sipil terluka di wilayah Martuni.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia lainnya, Shushan Stepanyan mengatakan pihak Armenia menembak jatuh dua helikopter dan menghantam tiga tank.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa ada kerugian di antara pasukan Azerbaijan dan penduduk sipil akibat pemboman Armenia,tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Ia juga mengklaim bahwa banyak unit peralatan militer musuh telah dihancurkan.

Perdana Menteri Lebanon Mundur, Kesempatan Akhiri Krisis dari Prancis Terancam Gagal

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov Lavrov sedang melakukan kontak intensif untuk membujuk para pihak agar menghentikan tembakan dan memulai negosiasi untuk menstabilkan situasi, kata juru bicara kementerian Maria Zakharova.

Berita itu diterima dengan keras di Turki, sekutu dekat Azerbaijan.

Juru bicara partai berkuasa Turki Omer Celik tweeted:

“Kami mengutuk keras serangan Armenia terhadap Azerbaijan."

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved