Breaking News:

Luar Negeri

Patriark Lebanon Memperingatkan Banyak Bahaya Tanpa Pemerintah, Seusai Perdana Menteri Mundur

Ulama Kristen terkemuka Lebanon, Minggu (27/9/2020) mengatakan bangsa ini akan menghadapi banyak bahaya yang akan sulit dilalui tanpa pemerintah.

Dok Kepresidenan Lebanon - Anadolu Agency
PM Lebanon Mustapha Adib mengundurkan diri usai gagal membentuk pemerintahan baru pada 26 September 2020 di Istana Kepresidenan Baabda di Beirut, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Ulama Kristen terkemuka Lebanon, Minggu (27/9/2020) mengatakan bangsa ini akan menghadapi banyak bahaya yang akan sulit dilalui tanpa pemerintah.

Dia berbicara setelah perdana menteri yang ditunjuk mundur dan memberikan pukulan terhadap upaya Prancis untuk mencabut negara itu dari krisis, lansir AP, Minggu (27/9/2020).

Tokoh agama Muslim juga mengatakan Lebanon perlu bersatu menyusul keputusan Mustapha Adib untuk mundur pada Sabtu (26/9/2020).

Setelah upayanya untuk membentuk kabinet menemui hambatan terkait penunjukan menteri dalam sistem sektarian.

Hal itu meninggalkan Lebanon, dengan pengaturan pembagian kekuasaan antara Muslim dan Kristen, tanpa kendali karena menghadapi krisis terdalam sejak perang saudara 1975-1990.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang telah menekan politisi Lebanon yang terpecah-pecah untuk mencapai konsensus mengenai penamaan Adib pada 31 Agustus, akan berbicara tentang krisis tersebut.

Mantan Menlu Bersama Menantu Presiden Lebanon Positif virus Corona

Patriark Bechara Boutros Al-Rai, pemimpin gereja Maronit, komunitas Kristen terbesar Lebanon, mengatakan pengunduran diri Adib telah mengecewakan warga.

Terutama kaum muda, yang bertaruh pada awal perubahan di kelas politik.

Banyak politisi papan atas, baik Kristen maupun Muslim, telah berkuasa selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dekade.

Beberapa adalah mantan panglima perang.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved