Sabtu, 25 April 2026

Petani Patah Kaki Diinjak Gajah  

Tarbiah (50), warga Gampong Tupah Jelatang, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, Sabtu (26/9/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, patah kaki kanan

Editor: hasyim
For Serambinews.com
Tarbiah korban amukan gajah dirawat di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen, Pidie. 

SIGLI - Tarbiah (50), warga Gampong Tupah Jelatang, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, Sabtu (26/9/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, patah kaki kanan akibat diinjak gajah. Amukan satwa dilindungi itu terjadi di kawasan perkebunan Gampong Amud Mesjid, kecamatan yang sama saat Tarbiah bersama anaknya pulang dari kebun menggunakan sepeda motor (sepmor). Kini, kondisi Tarbiah sudah membaik setelah dirawat beberapa hari di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie.

Marzuki (42), pemilik kebun di Gampong Mesjid Amud, kepada Serambi, Minggu (27/9/2020), mengatakan, Tarbiah kepergok kawanan gajah yang berjumlah puluhan ekor itu saat ia melintasi jalan di dekat kebun. Karena ketakutan, menurutnya, sepmor yang dikendarai anak Tarbiah terjatuh. Setelah itu, kawanan gajah yang melintas dekat sepmor langsung menginjak betis Tarbiah hingga patah. 

Menurut laporan warga, sambung Marzuki, Tarbiah dengan luka di betis dan mengeluarkan darah dipapah anaknya dan meninggalkan sepmor di lokasi tersebut. Saat mereka jalan khaki, kawanan gajah tidak lagi mengganggunya. "Warga yang melihatnya langsung membawa Tarbiah ke Puskesmas Glumpang Tiga dan kemudian dirujuk ke RSUD Tgk AbdullahSyafi'i," jelas Marzuki.

Ia menyebutkan, kawanan gajah yang berjumlah sekitar 40 ekor sudah berkeliaran di kebun kawasan itu sekitar empat hari. Hewan berbelalai tersebut merusak tanaman pisang, pinang, dan tumbuhan produktif lainnya di areal seluas 70 hektare. Petani tetap nekat pergi ke kebun meski gajah masih berkeliaran di wilayah tersebut.

Marzuki menambahkan, kawanan gajah yang mengamuk itu bukan gajah liar, melainkan gajah jinak yang dilepas kembali ke habitatnya karena tidak sanggup diberikan makan. Sebab, gajah yang berkeliaran itu tidak ganas, kecuali jika mereka sudah lapar.

Camat Glumpang Tiga, Drs Ishak, yang dihubungi Serambi, kemarin, mengungkapkan, warganya yang diamuk gajah sudah selesai dirawat di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i. Tapi, menurut Camat, kondisinya sudah membaik dan telah bisa jalan kembali. "Tarbiah sudah dibawa pulang ke rumahnya," pungkas Camat Ishak.

Polisi Tangani Kasus di Mila

Sementara itu, Satuan Reskrim Polres Pidie mulai menangani kasus gajah jantan yang mati di kawasan Gle Cut, Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie. Satwa dilindungi itu mati akibat terperangkap jeratan babi yang dipasang warga. Jeratan dari kawat itu melilit kaki depan sebelah kiri hewan berbelalai tersebut.

"Hasil penyelidikan kita, perangkap babi itu dialiri arus listrik sehingga menyebabkan gajah kesetrum hingga mati," kata Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Chandra SSos MH, kepada Serambi, Minggu (27/9/2020). Menurutnya, polisi menangani kasus gajah mati di Kecamatan Mila itu setelah dilaporkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Untuk mengungkapkan kasus itu, jelas Iptu Ferdian, pihaknya sudah memeriksa empat warga sebagai saksi. "Kasus ini baru tahap penyelidikan dan belum adanya warga yang ditetapkan sebagai tersangkan, sebab kita masih mendalaminya," jelas Kasat Reskrim. Untuk diketahui, gajah tersebut mati setelah terkena kawat perangkap babi di kebun cabai kawasan Gle Cut, Kecamatan Mila, Rabu (9/9/2020) lalu. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved