Breaking News:

Syukri Kembali Produksi Jeungki Ie Model Lain

Setelah sukses merancang jeungki ie dengan merk Logitek beberapa waktu lalu, Syukri (45), warga Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen,

Editor: hasyim
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Syukri (kiri) bersama timnya sedang berada di Gudang BUMDes Gampong Cot Jrat, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, sebagai salah satu tempat pembuatan jeungki ie, Minggu (27/9/2020). SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

* Inovasi Warga Desa Cot Jrat

Syukri kepada Serambi, Minggu (27/9/2020), menjelaskan, jeungki ie yang sedang dirakit pihaknya yaitu model rotary atau model single rotary (MSR), model turbin atau model single value (MSV), dan model single turbin (MST).

Setelah sukses merancang jeungki ie dengan merk Logitek beberapa waktu lalu, Syukri (45), warga Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, bersama anggota Pos Pelayanan Teknologi Pedesaan (Posyantekdes) dengan dukungan dana desa setempat kembali merancang jeungki ie dengan tiga model lain yang berfungsi untuk penempatan lokasi dengan topografi berbeda.

Syukri kepada Serambi, Minggu (27/9/2020), menjelaskan, jeungki ie yang sedang dirakit pihaknya yaitu model rotary atau model single rotary (MSR), model turbin atau model single value (MSV), dan model single turbin (MST). “Jeuki Ie MSR dirakit untuk lokasi yang sumber

airnya tak memiliki selisih ketinggian dan dipasang dalam sungai yang airnya mengalir,” jelas Syukri didampingi Fauzi dan M Diah, keuchik dan mantan keuchik setempat.

Adapun jeungki ie MSV, sambungnya, dirancang untuk ditempatkan pada lokasi yang sumber airnya memiliki selisih ketinggian minimal 2 meter setelah dipasang. Sedangkan jeungki ie MST, tambah Syukri, dirancang untuk kawasan tertentu dan pemasangannya menggunakan teknik bawah tanah dengan konstruksi beton bertulang (beton struktural) K-300.

Disebutkan, jeungki ie produksi pertama yang diberi nama Logitek sudah dipasang di saluran irigasi Blang Tingkeum, dan satu model lagi dipasang pada tempat usahanya sebagai contoh. “Saat ini jeungki ie model MSR sudah dipesan empat unit untuk kawasan Peusangan Selatan dan Juli Bireuen. Sedangkan model lain sedang dalam proses negosiasi dengan pemesan,” ungkap Syukri.

Syukri yang baru pulang dari Gayo Lues untuk memasang jeungki ie di sana menambahkan, setiap ada pemesan, dirinya mengirim tim teknis terlebih dulu ke lokasi untuk melihat lokasi penempatan mesin tersebut. Setelah itu, baru dilanjutkan ke tahap berikutnya hingga ke pemasangan. “Jeungki ie yang kita produksi ada yang harganya Rp 45 juta, Rp 250 juta, dan ada juga yang mencapai Rp 1 miliar. Harganya tergantung model dan titik lokasi pemasangan karena terkait pengangkut material ke tempat tersebut,” pungkasnya. (yusmandin idris)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved