Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Barat

STAIN Segera Berubah Menjadi IAIN Meulaboh

Dengan kemajuan teknologi dan informasi harus mampu melakukan perubahan, terutama perubahan STAIN Teungku Dirundeng menuju IAIN Meulaboh.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: M Nur Pakar
Dok: STAIN Meulaboh
Ketua STAIN Meulaboh berpose bersama jajarannya usai melaksanakan Rapat Senat, Rabu (30/9/2020) yang berlangsung di Kampus STAIN Meulaboh. 

 Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Dengan kemajuan teknologi dan informasi harus mampu melakukan perubahan, terutama perubahan STAIN Teungku Dirundeng menuju IAIN Meulaboh.

Hal itu diungkapkan Ketua STAIN Meulaboh Dr Inayatillah dalam rapat senat terbuka Milad ke-6 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) STAIN Meulaboh, Rabu (30/9/2020) yang berlangsung di Kampus STAIN di Meulaboh.

Disebutkan, Kampus STAIN resmi menjadi negeri pada 19 September 2014 melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor 31 tahun 2014.

“Penddikan Islam menjadi babak baru dalam digitalisasi di setiap lini kehidupan kita," katanya.

"Dari itu, apakah kita hanya masih status quo atau menjadi perubahan yang semestinya," tambahnya.

"Dengan kemajuan teknologi dan informasi mari kita melakukan perubahan, terutama STAIN menuju IAIN Meulaboh,” ungkap Inayatillah.

Disebutkan, Milad ke-6 STAIN itu dipandu dengan webinar Nasional bertajuk “Moderasi Beragama dan Tantangan di Era Disrupsi”.

STAIN Meulaboh juga telah membentuk Rumah Seuramoe Moderasi Beragama, ini merupakan unit kajian khusus yang disiapkan untuk mengkaji isu-isu terkait moderasi beragama di Aceh dan Indonesia.

Kodim 0105 Aceh Barat Gelar Lomba Dai Tingkat SD, SMP dan SMA, Ini Pesan Dandim Letkol Dimar Bahtera

Webinar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Amany Lubis, Dosen Antropolog pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Reza Idria.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Inayatillah sebagai Keynote Speaker Menteri Agama RI melalui virtual.

Rapat senat yang berlangsung itu juga disampaikan orasi ilmiah oleh Dr Sullati Armawi salah satu Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh lulusan S3 Universitas Tunisia Afrika dalam konsentrasi Sastra Arab.

Sullati mengangkat topik, “Moderasi beragama pilar Utama Moralitas Bangsa”.

Dalam orasinya Sullati menyampaikan bahwa moderasi itu adalah bagaimana kita dalam toleransi antar agama.

Menghargai keberagaman, bertenggang rasa, saling menghormati, dalam persaudaraan dan nilai-nilai moral.

Ini menjadi pondasi dan filosofi masyarakat nusantara dalam hidup berbangsa dan bernegara serta juga moderasi itu dengan prinsip, adil dan berimbang.

Di Aceh Barat, Tidak Pakai Masker Dihukum Push Up dan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Sementara Bupati Aceh Barat Ramli MS yang memberikan sambutan melalui video conference (Vicon) mengatakan, bahwa STAIN Meulaboh sangat memberikan kontribusinya dalam pembangunan pendidikan di Aceh Barat saat ini.

“Selamat Milad ke-6 serta sukses kedepannya menuju lebih berkualitas dan, serta bagaimana mendidik mahasiswa menjadi alumni yang menjaga amanah membawa STAIN menjadi Insan yang Taqwa dan kompetitif,” katanya.

Disebutkan STAIN bisa bersaing di kancah nasional bahkan internasional dan juga menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh Barat.(*)

Bupati Aceh Barat Ramli MS Lolos dari Virus Corona, Selama Masa Observasi tak Ditemukan Gejala

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved