Breaking News:

Berita Bener Meriah

BPBD Bener Meriah Ingatkan Warga Agar Waspada Bahaya Listrik saat Cuaca Hujan

BPBD Kabupaten Bener Meriah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika beraktivitas apa lagi yang berdekatan dengan jaringan arus listrik.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safriadi. 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika beraktivitas apa lagi yang berdekatan dengan jaringan arus listrik.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safriadi melalui sambungan telepon, Kamis (1/9/2020) malam.

Imbauan itu disampaikannya, berkaitan dengan adanya dua korban meninggal akibat tersetrum arus listrik ketika memperbaiki atap rumah di Kampung Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Disebutkan, dalam beberapa hari kedepan ini intensitas hujan di Kabupaten Bener Meriah cenderung sedang.

Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas apalagi berdekatan dengan jaringan arus listrik.

“Masyarakat kami harapkan lebih berhati-hati ketika hujan, untuk tidak beraktivitas di bawah jaringan listrik maupun di atap rumah,” ungkapnya.

BPBD Bener Meriah, kata Safriadi sekarang ini sudah memprogramkan untuk menyisir pohon-pohon yang sudah lapuk untuk ditebang.

“Kalau ada pohon-pohon yang lapuk dan membahayakan masyarakat apa lagi berdekatan dengan jaringan listrik bisa menghubungi pihak BPBD Bener Meriah, dan kami juga akan berkoordinasi dengan pihak PLN setempat,” ujar Safriadi.

Kalau ada kabel listrik yang membahayakan di pemukiman warga maupun rumah penduduk, Safriadi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak PLN, dan jangan pernah memperbaiki sendiri karena hal itu sangat membahayakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ayah L (50) bersama anaknya A (13) warga Kampung Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah meninggal dunia akibat kesetrum listrik saat memperbaiki atap rumah yang bocor, Kamis (1/10/2020) sekira pukul 14.15 Wib.

Tragis, Ayah dan Anak Meninggal Kesetrum Saat Perbaiki Atap Rumah yang Bocor

Korban Meninggal Kesetrum di Bener Meriah Akan Dikebumikan Besok Pagi

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, melalui Kapolsek Bukit, Iptu Jufrizal SH mengatakan, ayah dan anak tersebut meninggal dunia akibat kesetrum listrik saat memperbaiki talang atap rumah yang bocor.

Iptu Jufrizal SH menceritakan, saat hujan deras ayah bersama anaknya tersebut naik ke atap rumah mereka untuk memperbaiki talang atap yang bocor.

Tiba-tiba tetangga korban mendengar bahwasanya istri korban berteriak akibat melihat suami dan anaknya telah kesetrum listrik diatas atap rumah mereka.

Kemudian kata Jufrizal, tetangga korban bersama warga lainnya berupaya menolong kedua korban sambil menghubungi pihak PLN.

“Kedua korban sempat dibawa ke RSUD Muyang Kute, namun ayah dan anak tersebut tidak dapat diselamatkan,” ujar Kapolsek Bukit, Iptu Jufrizal SH.

Ia menambahkan, kedua korban meninggal dunia akibat kesetrum arus listrik, yang mana korban tidak memperhatikan jika diatas atap rumah mereka melintang kabel arus listrik dari rumah tetangga.

“Kabel diatas atap rumah korban ternyata sudah rapuh dan kulit pelindung kabel sudah terkelupas,” bebernya.

Saat ini kedua jenazah korban kesetrum listrik, sebut Jufrizal telah disemayamkan di rumahnya di Kampung Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.(*)

Tarif Impor ke Australia Nol Persen Termasuk Komoditi Kopi, Peluang Besar untuk UMKM Indonesia

VIDEO Wisata Pantai Kuala Raja Bireuen. Tempat Bermain, Santai Hingga Memancing

Undian Babak Penyisihan Grup Liga Champions, Skenario Tersulit Liverpool Berpeluang Hadapi Barcelona

Pria Ini Kehilangan 16 Mililiter Darah, Setelah Relakan Tangannya Jadi Santapan 5.000 Nyamuk Betina

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved