Breaking News:

Salam

Konflik Ini Sangat Merugikan Rakyat  

Rapat paripurna DPRA pada Selasa (29/9/2020) memutuskan menolak seluruh jawaban interpelasi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah

FOTO HUMAS SETDA ACEH
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, memberi salam kepada anggota DPRA saat tiba di gedung dewan setempat, Selasa (29/9/2020). 

Rapat paripurna DPRA pada Selasa (29/9/2020) memutuskan menolak seluruh jawaban interpelasi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang disampaikan dalam sidang sebelumnya. DPRA menilai Pemerintah Aceh sangat tidak profesional dalam menjawab pertanyaan yang diajukan, karena ada beberapa pertanyaan yang sengaja tidak dijawab. Selain itu, Pemprov Aceh dinilai tidak sistematis dalam menjawab pertanyaan serta jauh dari substansi persoalan yang dipertanyakan dalam interpelasi.

"Bahwa DPR Aceh menolak seluruh jawaban/tanggapan Plt Gubernur Aceh atas hak interpelasi yang diajukan. Berdasarkan poin 1, 2, 3, dan 4 tersebut di atas, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh akan menggunakan haknya lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata  juru bicara hak interpelasi Irpannusir yang membacakan kesimpulan DPRA dalam rapat tersebut.

DPR Aceh bakal membahas langkah selanjutnya setelah menolak jawaban interpelasi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Ada dua pilihan yang dapat diambil, yaitu hak angket atau pemakzulan. "Di diktum terakhir surat keputusan lembaga tadi dinyatakan akan ada naik tingkatan. Namun demikian, DPRA juga akan ada agenda lagi dalam rapat Badan Musyawarah untuk diputuskan," kata inisiator hak interpelasi Iskandar Usman Al-Farlaky kepada wartawan.

Sebelum pembacaan kesimpulan rapat, seorang anggota dari Fraksi Demokrat, partai pendukung Nova Iriansyah, menginterupsi dan memberi pendapatnya. Antara lain ia menyatakan Pemerintah Aceh khususnya Plt Gubernur sudah sangat kooperatif dalam mengikuti rapat hak interpelasi serta sangat sistematis juga menjawab pertanyaan-pertanyaan interpelasi. “Semuanya sudah terang benderang, tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi,” kata Tantawi.

Sedangkan Nova Iriansyah yang mengikuti rapat dimaksud, langsung meninggalkan gedung dewan bersama Sekdaprov Taqwallah tanpa memberi pendapat kepada wartawan atas keputusan DPRA yang menolak seluruh jawabannya atas hak interpelasi.

Beberapa jam setelah itu, pejabat Humas dan Protokol Setda Aceh menyatakan, semua pihak terutama Pemerintah Aceh dan jajarannya sangat menghormati dan menghargai apa yang sudah disampaikan anggota DPRA (dalam menanggapi jawaban Plt Gubernur Aceh atas pertanyaan hak interpelasi Dewqan). Pejabat ini juga mengatakan, untuk mencari solusi atas konflik dimaksud, salah satunya adalah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

Kita belum tahu bagaimana akhirnya konflik politik antara mayoritas anggota DPRA dengan Plt Gubernur atau Pemerintah Aceh. Kita berharap konflik ini segera berakhir. Sebab, berkonflik di tengah ancaman virus Corona ini sangat tidak menguntungkan semua pihak. Bahkan, yang paling dirugikan adalah rakyat.

Seharusnya, di tengah ancaman maut Covid-19 yang sudah merenggut hampir 200 nyawa penduduk provinsi ini, semua pihak berkonsentrasi untuk mencegah penularan Corona. Memang, konflik antara DPRA dan Pemerintah Aceh berjalan sama-sama atas sandaran umdang-undang. Akan tetapi, berkonflik di tengah pandemi ini, merupakan waktu yang sangat tidak tepat. Sangat merugikan rakyat yang sedang butuh perlindungan dari ancaman Covid-19.

Mestinya, saat ini pemerintah dan lembaga-pembaga lainnya berfokusu pada upaya mengajak masyrakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan. Masyarakat harus disadarkan bahwa menggunakan masker itu wajib saat keluar rumah. Dan, menjaga jarak juga keharusan saat beraktivitas di ruang publik, perkantoran, dan lainnya. Selain itu, fasilitas pencuci tangan yang sudah digunakan di banyak tempat juga harus sering digunakan agar tangan selalalu dalam keadaan bersih dari kuman, bakteri, atau virus.

Harus diingat bahwa Aceh yang penduduknya lebih kurang 5,3 juta jiwa, tapi angka kasus infeksi Covid-19 sudah masuk 10 besar nasional. Dalam dua pekan terakhir angka positif hariannya rata di atas 100 orang. Korban yang meninggal juga terus bertambah. Inilah kondisi yang seharusnya mendapat perhatian secara serius dari semua pihak agar wabah menakutkan itu segera berlalu!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved