Breaking News:

Sandingkan Foto Wapres Ma'ruf Amin dan Kakek Sugiono, Sulaiman Ditangkap dan Dipecat dari Ketua MUI

Ia akhirnya dijemput personel Bareksrim Mabes Polri, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Editor: Faisal Zamzami
Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Sosok pria pemilik aku facebook, Oliver Leaman S, Rabu (30/9/2020) menunjukkan surat pernyataan yang berisi permohonan maaf kepada Wapres RI, Ma'ruf Amin dan Keluarga Besar NU atas postingan di akun media sosial miliknya. 

Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah.

Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat."

s
Screenshot postingan dugaan penghinaan Wakil Presiden RI, Selasa (29/9/2020). (TRIBUN MEDAN / ist)

Setelah dilaporkan ke polisi dan viral, kini Unggahan tersebut kini sudah tidak ada lagi.

Unggahan terakhir di akun tersebut berisi permintaan maaf atas kolase foto bernada penghinaan itu.

"Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya atas nama Sulaiman Marpaung memohon maaf yang sebesar besarnya kepada keluarga besar Wakil Presiden RI KH. Makruf Amin sekaligus ketua MUI Pusat dan Seluruh keluarga besar Ansor terkhusus Kota Tanjungbalai atas kesalahan dan kekhilafan saya tentang adanya indikasi penghinaan terhadap KH Makruf Amin atas postingan saya yang saya buat.

Dari hati yang paling dalam dan menghaturkan sepuluh jari sekali lagi saya mohon maaf.

Salam permohonan maaf dari saya Sulaiman Marpaung."

Dihubungi via telepon, Ketua GP Ansor Tanjung Balai Salman Al Hariz pada Selasa (29/9/2020) sore menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan unggahan itu ke Polres Tanjung Balai pada Jumat (25/9/2020) pukul 19.30 WIB.

"Keberatan kita, pertama karena adalah pelecehan ulama dan pelecehan simbol negara. Kami keberatan atas status akun Facebook atas nama Oliver Leaman S," kata dia.

Sementara itu, Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Masduki Badilowi meminta kepolisian memproses pelaku yang diduga telah menghina Wapres Maruf Amin dengan unggahan kolase foto tak seharusnya.

Masduki meminta polisi mengungkap motif pelaku menyebarkan kolase foto tak terpuji tersebut.

Apalagi, kata Masduki, identitas pelaku telah diketahui, yakni pengurus majelis ulama Indonesia ( MUI) tingkat kecamatan di Kabupaten Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Alhamdulillah sudah ditemukan (pelakunya). Langkah yang dilakukan polisi adalah tindak lanjut dari laporan Gerakan Pemuda Anshor dan polisi bertindak cepat, silakan diproses secara hukum agar kita tahu motifnya apa," ujar Masduki kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Masduki menegaskan, meski Indonesia merupakan negara demokrasi, namun ada batasan dalam memanfaatkan kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved