Breaking News:

Berita Pidie

Fakta 6 ABG 4 Hari di Rumah Kosong, Bersetubuh hingga Ganti Pasangan, Wabup Pidie Minta Dihukum    

Mereka diduga telah empat hari melakukan perbuatan haram di rumah kosong tersebut, hingga akhirnya digerebek warga.

Ilustrasi 

 Ia menyebutkan, ketiga pasangan tersebut mengaku telah melakukan perzinaan empat kali.

 Warga menyerahkan ketiga pasangan itu ke Kantor Satpol-PP dan WH Pidie.

Pihak WH berkoordinasi dengan Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2A) Pidie.

Dia mengatakan keenam tersangka ditahan di Rutan Polres Pidie.

Menurut Ferdinan, polisi mempercepat penyelidikan dan pemberkasan karena empat tersangka masih di bawah umur.

"Kasusnya sedang kita lakukan penyidikan dan pemberkasan karena mereka anak, makanya harus cepat," ujarnya.

4. Pernah Bersetubuh di Tempat Lain hingga Berganti Pasangan

 Bahwa, tiga perempuan itu pernah melakukan persetubuhan di tempat lain dengan berganti pasangan (seks bebas).

" Tiga perempuan itu pernah berhubungan di tempat lain dengan laki-laki lain yang dominan masih di bawah umur," jelas Iptu Ferdian.

Ia menyebutkan, ketiga pasangan itu akan dibidik dengan pasal 25 Juncto pasal 23 dan pasal 37 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

" Kita imbau kepada orang tua untuk menjaga anak sehingga tidak terjerumus kepada pergaulan bebas," jelasnya.

 5. Wakil Bupati Pidie Minta Pelaku Diproses Hukum

Kasus tiga pasangan 'ngamar bareng' alias ‘pesta seks’ selama empat hari di salah satu rumah kosong kawasan Kecamatan Kembang Tanjong mendapat sorotan Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST.

Wabup mengaku sangat prihatin dengan kasus itu dan meminta segenap masyarakat untuk dapat memfokuskan perhatian bersama atas ulah remaja yang telah melenceng dari norma agama tersebut.

"Ini menjadi perhatian dan catatan kita bersama dengan melibatkan semua pihak atas keprihatinan tindakan remaja yang telah melampaui kapasitas norma agama," ucap Fadhlullah TM Daud ST kepada Serambinews.com, Senin (5/10/2020).

Secara hukum, jelas Wabup, mereka semua harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

 Selain itu, juga harus direhab mentalitas sebagaimana yang berlaku di tempat serta kearifan lokal.

“Aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan proses hukum sebagai kewenangannya.

Atas munculnya kasus ini, setidaknya menjadi kajian dan bahan refleksi bagi kita semua, para pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kalangan orang tua,” urainya.

 Menurut Fadhlullah TM Daud, peran besar selain orang tua, menjadi hal mutlak harus di lakukan masyarakat gampong dalam penguatan karakter anak muda atau remaja dengan memperkuat lembaga lembaga pendidikan yang ada dalam gampong.

"Gampong-gampong perlu mencanangkan kembali gerakan untuk memakmurkan masjid dan meunasah agar senantiasa mencintai tempat ibadah," ujarnya.(*)

Dana Insentif Petugas Medis Tangani Covid di Aceh Singkil belum Cair, Kadiskes: Sedang Pengusulan

Satu Unit Rumah di Peusangan Selatan, Bireuen Ludes Terbakar, Enam Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Pandemi Covid-19, Kemenag Pidie Persiapkan UTS Sistem Daring dan Luring, Ini Caranya

Penulis: Faisal Zamzami
Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved