Jumat, 10 April 2026

Internasional

Kamboja Larang China Gunakan Pangkalan Angkatan Laut Negaranya

Pemerintah Kamboja mulai Rabu (7/10.2020) melarang armada laut China menggunakan pangkalan Angkatan Laut negaranya.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pangkalan Angkatan Laut Kamboja Ream berlokasi strategis di Teluk Thailand, menyediakan akses siap pakai ke Laut China Selatan 

SERAMBINEWS.COM, PHNOM PENH - Pemerintah Kamboja mulai Rabu (7/10.2020) melarang armada laut China menggunakan pangkalan Angkatan Laut negaranya.

Perdana Menteri Hun Sen mengatakan meskipun Beijing menyumbang untuk peningkatan ekonomi negaranya.

Pangkalan Ream terletak secara strategis di Teluk Thailand, menyediakan akses siap pakai ke Laut China Selatan yang diperebutkan dengan sengit, rute pengiriman utama global.

Beijing mengklaim sebagian besar lautnya kaya sumber daya bersaing dengan enam negara lain.

"Negara lain juga dapat meminta izin untuk merapat kapal, mengisi bahan bakar kembali atau mengadakan latihan bersama) dengan Kamboja," kata Hun Sen dalam pidato pembukaan taman hiburan milik China di dekat ibu kota Phnom Penh.

China Tuduh AS Picu Perang Dingin, Menlu AS Jadi BIang Keladi

Gambar satelit yang dirilis oleh sebuah lembaga Think Tank yang berbasis di Washington pekan lalu menunjukkan markas besar angkatan laut taktis yang didanai AS di pantai selatan Kamboja telah dihancurkan.

Seorang juru bicara kedutaan AS mengatakan AS kecewa dengan langkah itu.

Dia menambahkan pangkalan itu telah menjadi tanda hubungan AS-Kamboja dan baru berusia tujuh tahun.

"Kami memiliki kekhawatiran penghancuran fasilitas tersebut mungkin terkait dengan rencana untuk menampung aset dan personel militer Republik Rakyat China di Pangkalan Angkatan Laut Ream," tambahnya.

"Kehadiran militer seperti itu akan berdampak negatif pada hubungan bilateral AS-Kamboja dan mengganggu kestabilan kawasan Indo-Pasifik," kata juru bicara itu.

The Wall Street Journal tahun lalu melaporkan tentang rancangan kesepakatan rahasia yang memungkinkan China untuk merapat kapal perang di pangkalan Ream.

Saingi China, Turki Produksi Drone Bersenjata yang Mampu Guncang Keseimbangan Militer Timur Tengah

Pemerintah Kamboja pada bulan Juni menyangkal ini dan mempertahankan kebijakan luar negerinya independen.

Kamboja mengatakan fasilitas itu hanya dipindahkan sekitar 30 kilometer (19 mil) ke utara Ream karena telah melampaui bekas situsnya.

Hun Sen berulang kali bersikeras bahwa konstitusi Kamboja melarang pangkalan militer asing di dalam perbatasannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah menjauh dari AS setelah kritik Washington atas dugaan pelanggaran oleh pemerintahnya.(*)

39 Negara di PBB Kecam China Terkait Muslim Uighur dan Hong Kong, Tak Ada Nama Indonesia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved