Breaking News:

Viral Medsos

Niat Kritik Soal Omnibus Law, Goweser Ini Malah Berkali-kali Salah Sebut Kata Jadi UU Melli Gus Law

Bahkan, pria paruh baya itu juga salah menyebut istilah Omnibus Law menjadi kata undang-undang Melli Gus Law.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
INSTAGRAM/@makassar_iinfo
Seorang pria berbaju goweser berniat mengkritik soal Omnibus Law, namun salah sebut menjadi undang-undang melli gus law. (Instagram/@makassar_iinfo) 

SERAMBINEWS.COM - Seorang pria yang mengenakan baju goweser baru-baru ini menyita perhatian publik lantaran mencoba melontarkan kritikannya terhadap permasalahan UU Cipta Kerja Omnibus law.

Pria tersebut berniat mengkritik soal UU Omnibus Law yang sejak disahkan oleh DPR pada Senin (5/10/2020) lalu terus menuai kontroversi terutama pada bagian UU Cipta Kerja.

Namun, saat mengkritik, pria tersebut malah berkali-berkali salah mengucap beberapa kata.

Bahkan, pria paruh baya itu juga salah menyebut istilah Omnibus Law menjadi kata undang-undang Melli Gus Law.

Video saat pria goweser itu mencoba menyampaikan pendapatnya diunggah salah satunya oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Minggu (11/10/2020).

Dalam tayangan video hampir satu menit tersebut, terlihat pria paruh baya itu diduga tengah berada di salah satu tempat peristirahatan.

Netizen Indonesia Salah Sasaran, Mau Serbu DPR Soal UU Cipta Kerja, Malah Serang Akun Rapper Korsel

Dosen Ini Korban Salah Tangkap, Terjebak saat Demo Omnibus Law, Terlanjur Dipukuli Polisi

Video Wanita Cantik Ngaku ‘Simpanan Anggota DPR’ Protes Omnibus Law Viral, MKD Respon Begini

Pria yang mengenakan baju gowes berwarna dominan kuning-biru, celana hitam pendek, sepatu, helm dan sarung tangan itu sembari berdiri lantas mulai menyampaikan pendapatnya terkait UU Omnibus Law.

"Ini adalah suatu yang, makanya pemerintah itu keliru mau membuat, aaa undang-undang tentang melli gus law," kata pria itu.

"Tentang melli gus law ya undang-undang melli gus law,"  sambungnya.

Dari perkataannya, diduga pria itu berniat ingin mengatakan bahwa pemerintah keliru telah mengesahkan undang-undang yang dibalut dalam Omnibus Law beberapa waktu lalu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved