Breaking News:

Soal Penolakan UU Cipta Kerja di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Tanggapan Buya Yahya

Namun menurutnya, kondisi saat ini dimana banyak yang mempertentangkan undang-undang tersebut bisa menjadi rambu-rambu. "Jika sebuah undang-undang, di

Penulis: Yeni Hardika
Editor: Muhammad Hadi
YOUTUBE/AL-BAHJAH TV
Buya Yahya saat memberi tanggapan mengenai UU Cipta Kerja menjawab pertanyaan dari salah satu Jamaah, diunggah pada Kanal Youtube Al-Bahjah TV, Minggu (11/10/2020) dengan judul Tanggapan Buya Yahya Tentang UU Cipta Kerja. (YouTube/Al-Bahjah TV) 

SERAMBINEWS.COM - Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantresn Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon, yakni Buya Yahya memberikan tanggapannya terkait dengan UU Cipta Kerja.

Sebagaimana diketahui, UU Cipta Kerja sejak disahkan oleh DPR pada Senin (5/10/2020) terus dipertentangkan oleh banyak masayarakat.

Pasalnya, banyak yang menilai isi dari undang tersebut hanya berpihak pada satu sisi.

Sementara sisi lainnya, dalam hal ini disebut adalah buruh atau pekerja mendapat kerugian.

Alhasil, aksi unjuk rasa pun yang melibatkan mahasiswa, buruh dan warga terjadi di sejumlah kota-kota yang berada di wilayah Indonesia.

Ramainya penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja, Buya Yahya pun ikut berbicara menanggapi persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Buya menjawab pertanyaan salah seorang jamaah, yang tayangan videonya juga diunggah melalui kanal YouTube resmi Al-Bahjah Tv, Minggu (11/10/2020).

Arak Keranda Bergambar Puan Maharani saat Demo, Aktivis Jadi Tersangka, Disebut Jenderal Lapangan

Singgung UU Cipta Kerja Ditolak Buruh, Hotman Paris Cerita Sulitnya Buruh Tuntut Pesangon

Soal Draf UU Cipta Kerja tak Dibagikan Saat Rapat Paripurna, Begini Tanggapan Sekjen DPR

Berikut adalah tanggapan Buya Yahya terkait UU Cipta Kerja yang banyak ditentang berbagai kalangan saat ini.

Dikatakan oleh Buya, bahwa dirinya belum mempelajari bagaimana detail dari isi undang tersebut.

Namun menurutnya, kondisi saat ini dimana banyak yang mempertentangkan undang-undang tersebut bisa menjadi rambu-rambu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved