Breaking News:

Berita Budaya

Ternyata Dua dari 20 Jalur Rempah di Indonesia Ada di Aceh, Lokasinya di Lokus Dua Kerajaan Besar

Dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa Aceh merupakan salah satu jalur rempah penting di dunia.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Saifullah
Grid.Id
Foto - Ilustrasi rempah-rempah 

Identifikasi jalur rempah
Dalam FGD yang rata-rata dihadiri 25 peserta itu direkomendasaikan juga perlunya dilakukan identifikasi situs-situs jalur rempah di Aceh melalui kajian akademik yang komprehensif.

Pemerintah Aceh pun diimbau perlu menerbitkan regulasi yang terkait dengan jalur rempah di Aceh, di samping menyediakan dukungan anggaran bagi proses identifikasi dan revitalisasi jalur rempah dimaksud.

Selain itu, jalur rempah Aceh penting pula dijadikan muatan lokal dalam pembelajaran di sekolah-sekolah sebagai media edukasi dan inspirasi bagi generasi masa depan.

Direkomendasikan juga perlu segera dirumuskan konsideran yang kuat, logis, dan argumentatif mengapa narasi tentang jalur rempah Nusantara ini perlu diusul ke Unesco di mana Aceh menjadi salah satu lokusnya.

Baca juga: Palestina Sampaikan Surat ke DK PBB, Protes Permukiman Baru Israel di Tepi Barat

Baca juga: Pemerintah India Bantu Palestina Jutaan Dolar AS Melalui Badan Pengungsi PBB

Baca juga: Beginia Cara Migran Rohingya Belajar Bahasa Indonesia, dari Mengenal Alfabet & Angka hingga Mengeja

Sejalan dengan itu, perlu pula dirumuskan rencana aksi secara spesifik melalui lokakarya atau semiloka atau sejenisnya yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders).

Selain itu perlu disegerakan display rempah-rempah Aceh di Museum Aceh dengan penjelasan yang akurat dan memadai.

Perlu pula upaya untuk memperkuat narasi tentang jalur rempah melalui digitalisasi agar lebih disukai dan diapresiasi oleh kaum milenial sehingga membuat wacana ini berkelindan antargenerasi.

Selain itu, perlu dikoordinatkan melalui GIS titik-titik jalur rempah di Aceh dalam rencana zonasi planologi kota sehingga tidak terjadi seperti kasus Gampong Pande, di mana situs sejarah kemudian di atasnya dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Terkahir, peserta FGD merekomendasikan perlunya dibangun monumen-monumen di bekas jalur rempah di sejumlah lokasi di Aceh. Selain untuk tujuan memelihara memori kolektif rakyat Aceh, juga bisa diandalkan sebagai objek wisata sejarah.

Baca juga: Rahasia Keistimewaan Puasa Senin Kamis Terkuak, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, BP Jamsostek Terbitkan Sejumlah Regulasi untuk Mendukung Pemerintah

Baca juga: Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Covid-19, Wali Nanggroe Minta Aceh Jalankan Rekomendasi Unsyiah

Tim perumus FGD dua hari itu terdiri atas Drs Mawardi Umar MA, Dr Bustami Abubakar MHum, Dr Reza Idria MA, Hermansyah MHum, dan Yarmen Dinamika.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved