Selasa, 12 Mei 2026

Fakta Paman Tega Perkosa dan Bunuh Keponakannya, Terungkap Motifnya

Terungkap motif paman tega perkosa dan habisi nyawa keponakannya sendiri yang baru duduk di bangku SMK.

Tayang:
Editor: Amirullah
TribunMedan
Paman perkosa dan bunuh keponakannya yang masih duduk di bangku SMK 

SERAMBINEWS.COM - Terungkap motif paman tega perkosa dan habisi nyawa keponakannya sendiri yang baru duduk di bangku SMK.

Seperti yang sempat menggegerkan, seorang gadis ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Gadis 15 tahun tersebut ditemukan sudah meninggal dunia pada Kamis (15/10/2020).

Peristiwa ini terjadi di Deliserdang, Sumatera Utara.

Kasus berawal ketika ibu korban pulang bekerja.

Sang ibu tiba di rumah sekitar pukul 19.00 WIB.

()Paman perkosa dan bunuh keponakannya yang masih duduk di bangku SMK (TribunMedan)

Baca juga: Secara Hukum Islam, Pelaku Pembunuhan Anak dan Pemerkosa Ibu Muda di Aceh Timur Wajib Diganjar Qisas

Baca juga: Tunjukkan dan Bahas Karikatur Nabi Muhammad di Dalam Kelas, Guru di Perancis Dibunuh dan Dipenggal

Baca juga: Ibu Muda Diperkosa dan Anaknya Dibunuh di Aceh Timur, Arie Untung: Semoga jadi Ahli Surga Adikku

Tiba di rumah, sang ibu justru mendapati pintu dalam keadaan terkunci.

Tak hanya itu, lampu rumah juga masih dalam keadaan mati.

Tak bisa masuk, sang ibu mencoba meminta tolong pada saudaranya untuk membuka pintu rumahnya.

Sang ibu pun terkejut ketika masuk ke rumah dan mendapati sang anak dalam kondisi tak bernyawa.

Setelahnya, korban ditemukan tergeletak di kasur dengan kondisi tangan terikat.
Terkait kasus tersebut, pihak kepolisian pun bergerak cepat demi mengungkap kasus tersebut.

Selang beberapa waktu, polisi pun berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial S (40).

S merupakan paman korban.

Dalam kejadian tersebut, S tak sekadar menghabisi nyawa korban.

S diketahui turut memperkosa korban hingga mengambil sejumlah barang.

Baca juga: Ibu Muda Diperkosa dan Anaknya Dibunuh di Aceh Timur, Arie Untung: Semoga jadi Ahli Surga Adikku

Baca juga: Fakta Siswi SMK Diperkosa dan Dibunuh Paman, Bercak Darah di Celana Korban hingga Pelaku Ditangkap

()Seorang gadis siswi SMK ditemukan tewas di kamar rumahnya di Jalan Tanjung Selamat Deliserdang, Kamis (15/10/2020) malam. (Victory / Tribun Medan)

Hal itu diungkap langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, Jumat (16/10/2020).

Ia mengatakan bahwa sebelum kejadian tersangka sempat mendatangi ibu korban yang tidak lain adalah kakak kandungnya.

S saat itu hendak meminjam uang lantaran terlilit utang.

"Sekitar 17 jam, rekan-rekan Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal berhasil mengungkap kasus pembunuhanan, perampokan dan pemerkosaan. Di mana pada tanggal 14 Oktober, sekitar pukul 04.00, ibu korban didatangi oleh tersangka, yang merupakan paman korban.

Kedatangannya untuk pinjam uang ke kakaknya, (ibu korban)," ujarnya saat pimpin pengungkapan kasus di Mapolrestabes Medan, Jumat (16/10/2020) sembari menambahkan bahwa pengakuan tersangka yakni terlilit utang.

Baca juga: Siswi SMK Diperkosa dan Dibunuh Paman, Pelaku Baru Pulang dari Aceh dan Pernah Dipenjara

Keesokan harinya sekitar pukul 06.30 WIB, ibu korban berangkat kerja sedangkan anaknya sendiri di rumah.

Sore harinya sekria pukul 19.00, ibu korban pulang ke rumah dan mendapati kondisi rumah terkunci dan lampu dalam keadaan mati.

"Kemudian ibu korban minta tolong saudaranya untuk mendobrak pintu rumah. Ketika masuk, didapati putrinya, korban (15) sudah tergeletak di kasur dengan kondisi tangan terikat di belakang dan celana terbuka yang dipasang terbalik dan celana dalam korban berlumur darah," ungkapnya.

Selain itu, ibu korban juga melihat jika barang-barang korban seperti laptop hingga empat unit HP hilang.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian mengamankan tiga orang pria.

"Untuk pelaku pemerkosaan dan pembunuhan serta pencurian dilakukan S sendiri. Dua rekannya berperan menjual hasil kejahatan yang dilakukan saudara S," ungkapnya.

()ilustrasi - Tersangka pembunuhan dan pemerkosaan ditangkap. (TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)

Atas perbuatannya, tersangka S dijerat dengan pasal 339 subsidair 338 subsidair 365 KUHPidana.

"Ancaman hukumannya, maksimal seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," katanya.

Di sisi lain seperti dikutip dari Kompas.com, tersangka juga mengaku jika saat itu dirinya dalam pengaruh sabu.

Sempat belajar dengan teman

Diketahui bahwa sebelum kejadian, korban sempat bertemu temannya untuk belajar.

Hal itu diungkapkan langsung oleh rekan korban.

"Kami dari pagi sampai jam setengah 4 sore sama-sama. Ya, belajar daring ngerjain tugas karena mau mid semester, terus selesai itu sempat main tiktok," ungkapnya di rumah duka, Jumat (16/10/2020).
Ia menjelaskan, saat itu dirinya hanya berdua dengan korban.

"Kami berdua saja di situ, karena ibunya juga pergi kerja di daerah Tanjung Sari karena ayahnya juga sudah meninggal, kasihan enggak ada kawannya," jelasnya.

"Saya merasa enggak ada masalah, di situ kami masih ketawa-ketawa bareng. Dia juga bilang enggak ada masalah kok dibilangnya," sambungnya,.

Ia pun mengungkapkan jika korban adalah anak yang baik dan periang semasa hidupnya.

"Enggak nyangka aja bakal begini, kami terkejut saat tahu tadi pagi kabar ini padahal kami baru jumpa. Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya," katanya. (TribunNewsmaker.com/*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul Paman Tega Perkosa dan Habisi Nyawa Keponakannya, Sempat Datangi Ibu Korban, Terungkap Motifnya

Sumber: TribunNewsmaker
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved