Breaking News:

Orangtuanya Ditahan Pemerintah China, Ribuan Anak Etnis Uighur Telantar

Anak-anak sering ditempatkan di panti asuhan negara atau sekolah asrama dengan keamanan tinggi, tempat mereka diawasi dengan ketat.

Editor: Amirullah
AFP PHOTO / GREG BAKER
Warga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan. (AFP PHOTO / GREG BAKER) 

Menurut Economist yang pertama menerbitkan temuan Zenz, jika jumlah dari daerah Yarkand diekstrapolasi ke seluruh Xinjiang, jumlah anak di bawah umur 15 tahun yang salah satu atau kedua orangtuanya ditahan bisa mencapai 250.000.

Data lain yang didapatkan dan dianalisis Zenz memberika detail kasus anak yang berada di panti asuhan.

Baca juga: Setelah Muslim Uighur, China Mulai Tekan Muslim Utsul di Hainan, Larang Penggunaan Jilbab

Baca juga: Terkuak! China Hancurkan Ribuan Masjid di Xinjiang, Lebih 1 Juta Warga Uighur Ditahan di Kamp

()Wanita Uighur menggendong bayi di Xinjiang, Rabu (11/11/2019). (AFP/HECTOR RETAMAL)

Ada satu berkas merinci 85 siswa di bawah 10 tahun yang kedua orangtuanya berada di pusat penahanan atau penjara, termasuk balita satu tahun yang hidup di panti asuhan di Yarkhand.

Di keluarga lain, ada anak laki-laki berumur 7 tahun dan anak perempuan berumur 10 tahun yang berada di panti asuhan karena kedua orangtua mereka berada di pusat "pendidikan ulang".

Dalam beberapa tahun terakhir, pengeluaran dalam hal pendidikan telah melebihi anggaran keamanan.

Sekolah menjadi garis terdepan dalam usaha pemerintah untuk menghilangkan perbedaan pendapat.

Sekolah sering menggunakan sistem intrusi pertahanan dalam berbagai tingkat, pengawasan menyeluruh, pagar listrik, dan patroli terkomputerisasi.

China dituduh menghancurkan ribuan masjid

Sebuah lembaga think tank (wadah pemikir) Australia pada Jumat, (25/9/2020), mengatakan pihak berwenang China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang.

Hal itu disebutkan dalam laporan terakhir mengenai pelanggaran hak asasi manusia di Xinnjiang.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved