Breaking News:

Orangtuanya Ditahan Pemerintah China, Ribuan Anak Etnis Uighur Telantar

Anak-anak sering ditempatkan di panti asuhan negara atau sekolah asrama dengan keamanan tinggi, tempat mereka diawasi dengan ketat.

Editor: Amirullah
AFP PHOTO / GREG BAKER
Warga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan. (AFP PHOTO / GREG BAKER) 

Dalam beberapa tahun terakhir, pengeluaran dalam hal pendidikan telah melebihi anggaran keamanan.

Sekolah menjadi garis terdepan dalam usaha pemerintah untuk menghilangkan perbedaan pendapat.

Sekolah sering menggunakan sistem intrusi pertahanan dalam berbagai tingkat, pengawasan menyeluruh, pagar listrik, dan patroli terkomputerisasi.

China dituduh menghancurkan ribuan masjid

Sebuah lembaga think tank (wadah pemikir) Australia pada Jumat, (25/9/2020), mengatakan pihak berwenang China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang.

Hal itu disebutkan dalam laporan terakhir mengenai pelanggaran hak asasi manusia di Xinnjiang.

Kelompok hak asasi mengatakan ada lebih dari 1 juta etnis Uighur dan etnis Muslim berbahasa Turki lainnya yang ditawan di kamp penahanan di wilayah barat laut tersebut.

Dilansir dari Channel News Asia, (25/9/2020), mereka ditekan agar menghentikan aktivitas tradisional dan keagamaan.

Ada sekitar 16.000 masjid yang telah dihancurkan atau dirusak, menurut laporan Australian Strategic Policy Institute (ASPI).

()Foto pencitraan satelit yang diambil awal tahun 2020 memperlihatkan kemajuan pembangunan kamp interniran di Xinjiang, China. (TANGKAPAN LAYAR VIDEO CITRA SATELIT ASPI) (TANGKAPAN LAYAR VIDEO CITRA SATELIT ASPI)

Jumlah ini didasarkan pada citra satelit yang mendokumentasikan ratusan situs yang disucikan dan pemodelan statistik.

Laporan itu menyebut mayoritas penghancuran terjadi dalam tiga tahun terakhir dan diperkirakan ada 8.500 masjid yang telah hancur sepenuhnya, dan ada lebih banyak kerusakan di luar pusat Kota Urumqi dan Kashgar.

Banyak masjid yang lolos dari penghancuran disingkirkan kubah dan menaranya, menurut laporan itu.

Diperkirakan ada kurang dari 15.500 masjid (utuh dan rusak) yang masih berdiri di Xinjiang.

Jika benar, jumlah tersebut menjadi jumlah masjid paling sedikit di Xinjiang sejak dekade pergolakan nasional yang dipicu oleh Revolusi Kebudayaan.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved