Breaking News:

Berita Luar Negeri

Politik Malaysia - Anwar Ibrahim Sebut Polisi Punya Niat Jahat Saat Selidiki Daftar Pendukungnya

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan, penyelidikan polisi terhadap daftar yang dia klaim mendukungnya merupakan upaya jahat

AFP/Mohd RASFAN
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menggelar konferensi pers di Kuala Lumpur setelah melakukan pertemuan dengan raja Malaysia pada Selasa (13/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan, penyelidikan polisi terhadap daftar yang dia klaim mendukungnya  menjadi Perdana Menteri Malaysia, merupakan upaya jahat untuk memaksanya mengungkapkan identitas pendukungnya.

Mengutip Reuters, Sabtu (17/10/2020), polisi Malaysia memanggil Anwar untuk membantu penyelidikan atas distribusi daftar 121 anggota parlemen yang diduga mendukung upayanya untuk mengambil alih jabatan perdana menteri dari Muhyiddin Yassin.

Daftar tersebut telah beredar di media sosial.

Anwar, yang menghabiskan sekitar dua jam memberikan pernyataan kepada penyelidik, mengatakan hanya raja yang berhak mengetahui rincian lengkap anggota parlemen yang menurutnya mendukungnya untuk memberikan dukungan mayoritas di parlemen.

Baca juga: Polisi Malaysia Tuai Pujian Netizen, Antar Pelajar Ikut Ujian Akibat Jalan Tertutup Truk Terbalik

“Saya di sini bukan untuk bekerja sama dengan para ahli politik untuk memberi nama, karena itu bukan urusan mereka. Itu antara saya dan Yang Mulia, Agong, "kata Anwar kepada wartawan di luar markas polisi Bukit Aman, menggunakan istilah Melayu untuk raja.

“Itu jelas berbahaya. Ini jelas merupakan pelecehan politik dan menurut pemahaman saya jelas ada instruksi politik kepada polisi."

Dia juga mengatakan kepada wartawan bahwa dia sedang diselidiki oleh polisi untuk enam kasus, termasuk dugaan sodomi.

Polisi dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu membantah bahwa tekanan politik telah berperan dalam penyelidikan mereka.

Baca juga: Raja Malaysia Beri Nasihat ke Anwar Ibrahim: Ikuti dan Hormati Proses Hukum

"Penyelidikan dilakukan secara profesional tanpa tekanan atau instruksi politik dari pihak manapun," katanya.

Halaman
12
Editor: Muhammad Hadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved