Breaking News:

Pemerkosa Ibu Muda Pantas Dihukum Mati

Secara hukum Islam, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan seperti Samsul Bahri (41), warga salah satu desa di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur

For Serambinews.com
ZULKARNAIN, Ketua FKUB Langsa 

* Korban Kembali Masuk RS

LANGSA - Secara hukum Islam, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan seperti Samsul Bahri (41), warga salah satu desa di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, wajib mendapat hukuman qisas atau nyawa dibayar nyawa. Tapi, karena di Indonesia tidak menganut hukuman tersebut, maka qisas tak bisa dilakukan terhadap Samsul Bahri yang menjadi tersangka pemerkosaan terhadap ibu muda, Dn (28), dan pembunuhan terhadap anaknya, Rangga (9). Sebagai gantinya, hukuman mati mungkin pantas diberikan kepada Samsul Bahri. Apalagi, belasan tahun lalu ia juga pernah melakukan pembunuhan di Riau, hingga divonis seumur hidup sebelum akhirnya bebas karena mendapat remisi Covid-19.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Langsa, Dr H Zulkarnain MA, ketika diminta tanggapannya oleh Serambi, Sabtu (17/10/2020),

terkait kasus pembunuhan terhadap Rangga dan rudapaksa terhadap ibunya Dn, di salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, pada Sabtu (10/10/2020) pekan lalu. Kejahatan yang dilakukan secara keji oleh Samsul Bahri ini menjadi trending topic di dunia maya serta menjadi sorotan hampir seluruh media nasional dan beberapa media asing dalam bebera hari terakhir.

"Secara hukum Islam, Samsul Bahri (41) yang merupakan pelaku pembunuhan anak di bawah umur, Rangga (9), dan memperkosa ibunya, Dn (28), seharusnya diganjar hukuman qisas," ujar H Zulkarnain, kemarin. Menurutnya, qisas sudah sangat tepat atau sangat pantas diberikan untuk pelaku karena ia melakukan kedua kejahatan itu secara keji dan tanpa ada rasa kasihan kepada korban. Apalagi, sambung Zulkarnain, rekam jejak Samsul Bahri sangat buruk karena belasan tahun lalu ia juga sudah pernah melakukan pembunuhan di Riau.

Tapi, sambungnya, karena di Indonesia tidak menganut hukum itu, maka qisas tak bisa dikenakan terhadap Samsul Bahri. “ Dalam aturan hukum negara kita, hanya ada hukuman mati untuk pelaku pembunuhan. Hal ini diatur dalam Pasal 340 KUHP,” ungkap mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa, ini.

Dalam Pasal 340 KUHP disebutkan bahwa barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kemudian pertanggungjawabannya dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun. "Kita menilai perbuatan Samsul Bahri tak berperikemanusiaan. Selain memerkosa seorang ibu, pelaku juga tega membunuh anaknya. Mungkin, hukuman mati pantas diberikan kepadanya,” tegas Dr Zulkarnain yang akrab disapa Abu Chik Digle, ini.

Sepengetahuan dirinya, menurut Zulkarnain, baru kali ini terjadi kasus pembunuhan anak di bawah umur tak berdosa yang disertai rudapaksa terhadap ibu korban. Karena itu, katanya, kasus ini harus menjadi perhatian serius dan catatan penting bagi para pemangku kepentingan dan penyelenggara pemerintahan di daerah berjulukan Serambi Mekkah ini.

“Harus ada hukuman yang tegas dan setimpal terhadap pelaku agar menjadi pelajaran bagi pihak lain. Sehingga, ke depan tak terjadi lagi kasus seperti ini. Kita juga berharap kepada Pemerintah Aceh, agar memasukkan hukum qisas ke dalam qanun jinayat, supaya ke depan pelaksanaan syariat Islam di Aceh benar-benar kaffah,” pintanya. Selain itu, semua masyarakat di provinsi ujung barat Indonesia, ini terlindungi dari perbuatan-perbuatan keji seperti pembunuhan dan pemerkosaan.

Zulkarnain juga mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, sehingga sesuai atau setimpal dengan apa yang sudah diperbuat serta sebagai bentuk pertanggungjawabannya di dunia. "Sebagai muslim, tentu kita sudah memahami bahwa Islam tidak menolerir perbuatan keji seperti pembunuhan dan pemerkosaan," tutup Dr H Zulkarnain MA.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved