Breaking News:

Harga Sawit

Produksi Sawit di Aceh Singkil Anjlok, Harga Kokoh Rp 1.600 Per Kg

Biasanya pendapatan pemanah mencapai Rp 400 ribu sekali borongan panen. Karena buah yang diproduksi turun, paling pendapatannya Rp 200 ribu.

SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Kebun kelapa sawait di Kabupaten Aceh Singkil, sedang musim trek, Minggu (20/9/2020) 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Musim trek kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil, belum berlalu.

Kondisi itu menyebabkan produksi kelapa sawit petani turun hingga 50 persen.

Musim trek merupakan sebutan ketika produksi kelapa sawit turun. Biasanya terjadi saat musim kemarau panjang.

Anehnya musim trek kali ini terjadi berkepanjangan. Padahal hujan rutin mengguyur daerah itu.

Dampaknya petani tidak menikmati untung maksimal ketika harga sawit saat ini kokoh Rp 1.600 per kilo.

"Harga sawit memang mahal, tapi uang yang diterima sama dengan ketika murah," kata Andi pengelola kebun kelapa sawit di Singkil Utara.

Baca juga: Umar, Penderita Tumor Ganas Harap Bantuan

Baca juga: Ibu Negara Membuat Penampilan Pertama Pada Hari Wanita Oman

Menurutnya orang yang merasakan dampak utama musim trek adalah pemanen.

Biasanya pendapatan pemanah mencapai Rp 400 ribu sekali borongan panen. Karena buah yang diproduksi turun, paling pendapatannya Rp 200 ribu.

Menurut petani penurunan produksi kelapa sawit mencapai 50 persen. Bahkan ada yang mencapai 60 persen.

Padahal perlakukan terhadap sawit seperti pupuk dan pembersihan tetap sama.

Sementara itu harga tandan buah segar kelapa sawit (TBS) di tingkat petani Rp 1.550 sampai dengan Rp 1.600 per kilo.

Perbedaan harga ditentukan berdasarkan jarak dari kebun ke pabrik serta kualitas TBS sawit.

Harga tersebut, terbilang tinggi sayang produksi menurun.(*)

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved