Breaking News:

Salam

Badai dan Api Masih Jadi Ancaman Serius

Harian Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin memberitakan tiga insiden sebagai dampak dari cuaca buruk, masingmasing terjadi di Aceh Singkil, Aceh Se

Dok BPBD Aceh Besar
Kebakaran kandang sapi di Aneuk Galong Baro, Aceh Besar, Sabtu (17/10/2020) dini hari. 

Harian Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin memberitakan tiga insiden sebagai dampak dari cuaca buruk, masingmasing terjadi di Aceh Singkil, Aceh Selatan, dan Nagan Raya. Dari Singkil dilaporkan, angin puting beliung menerjang kabupaten itu Sabtu (17/10/2020) siang. Akibatnya, sebatang pohon tercerabut dari akarnya dan menimpa rumah M Rasio di Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi rumah korban rusak berat.

Di Aceh Selatan, angin kencang disertai hujan lebat tibatiba bertiup Sabtu sore sehingga mengagetkan warga Tapaktuan, Samadua, dan sekitarnya. Apalagi, sejumlah spanduk dan baliho yang dipasang di pinggir jalan bertumbangan. Terakhir, di Nagan Raya sebatang pohon besar tumbang ke badan jalan Beutong Ateuh Banggalang, Sabtu sekira pukul 10.00 WIB akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras. Dampaknya, arus kendaraan dari dua arah terganggu. Puluhan mobil terjebak kemacetan panjang. Kondisi baru normal setelah petugas BPBD setempat memotong dan membersihkan pohon yang merintangi jalur Nagan Raya-Takengon, Aceh Tengah tersebut.

Tiga insiden itu terjadi pada hari yang sama, yakni Sabtu. Tapi, jamnya tidak sama. Di Nagan terjadi pagi, di Singkil siang, sedangkan di Aceh Selatan sore. Apa arti semua itu bagi kita? Fenomena itu tak lain menunjukkan bahwa angin kencang, entah itu badai atau puting beliung, bisa terjadi kapan saja di musim penghujan ini. Bahkan pada Minggu (11/10/2020) lalu badai melanda Bener Meriah justru pada pukul 02.00 WIB, saat seluruh penduduk kabupaten itu sedang tidur lelap. Dalam peristiwa itu satu rumah warga roboh akibat diterpa angin kencang yang terjadi di Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, sehingga pemiliknya harus mengungsi.

Bahkan saat terjadi kasus kebakaran rumah seorang keuchik di Banda Aceh yang menewaskan dua mahasiswi pecan lalu, api begitu cepat berkobar sekitar pukul 04.30 WIB justru karena pada saat yang sama angin bertiup kencang. Sabtu lalu juga terjadi kebakaran satu kilang padi di Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon, Aceh Barat. Pada hari yang sama kandang sapi milik Sofyan, warga Anuek Galong Baro, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, juga dilalap si jago merah.

Sebuah rumah papan milik Rudi di Gampong Jabet, Peudada, Bireuen, juga hangus terbakar. Demikian pula kebun serai dan kebun kopi di Menderek, Bener Meriah, pada Sabtu pukul 10.24 WIB. Nah, semua peristiwa itu menunjukkan bahwa angin dan api adalah dua ancaman serius di Aceh pada musim penghujan ini. Di wilayah barat badai dan puting beliung jadi ancaman, sedangkan di wilayah utara dan tengah justru api yang menimbulkan banyak kerugian.

Fenomena alam khas bulan "Ber-ber" ini hendaklah kita waspadai, mengingat angin kencang bisa membuat kabel telanjang dempet atau kabel listrik di teras dan di bagian atap rumah bergesekan sehingga korslet dan memercikkan api sehingga terjadi kebakaran. Tingkatkan kewaspadaan di musim badai ini dengan memeriksa jaringan listrik di rumah masing-masing. Pastikan tak ada kabel listrik yang terkelupas atau berdempetan oleh ayunan badai. Pastikan juga tak ada saklar, steker, dan stop kontak listrik di rumah, terutama di teras depan dan belakang, juga di gazebo yang dirembesi air hujan akibat ditiup angin kencang. Ingat, air pengantar arus listrik yang baik, jangan sampai percikan api justru muncul dari peralatan listrik

di rumah kita lantaran dirembesi air hujan. Hampir di semua tempat di Aceh dalam sepekan terakhir angin kencang selalu disertai hujan lebat. Ini ancaman serius bagi jaringan listrik di luar rumah, terutama di teras muka dan belakang. Maka, tingkatkanlah kewaspadaan.

Bersihkan pula pekarangan dari benda-benda yang rawan terbakar. Selalulah berdoa agar terhindar dari bencana kebakaran di masa badai ini dan kantongi juga nomor telepon kantor pemadam kebakaran di kota. Siapa tahu sewaktu-waktu hal yang tak kita inginkan terjadi, maka cepatlah hubungi petugas pemadam kebakaran atau kantor badan penanggulangan bencana setempat. Makin cepat sebuah bencana ditangani, makin sedikit kerugian yang diderita korban.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved