Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Barat

Hasil Panen Ikan Bawal Melimpah, Nelayan Kesulitan Pemasaran, Sebagian Dijual Eceran

Para nelayan yang melakukan budidaya ikan tawar di Aceh Barat mengalami kesulitan pemasaran ikan akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI
Warga memanen ikan bawal hasil budidaya di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (21/10/2020). 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Para nelayan yang melakukan budidaya ikan tawar di Aceh Barat mengalami kesulitan pemasaran ikan akibat pandemi Covid-19.

Jenis budidaya ikan di kawasan tambak nelayan masing-masing jenis ikan bawal, patin, nila dan gurami, dan ikan-ikan tersebut selama pandemi banyak dijual secara eceran.

“Setelah sampai masa panen, kita mengalami kesulitan untuk memasarkannya, selama ini banyak kita jual eceran dengan harga Rp 30 ribu per kg, akibat tidak ada yang menampung,” jelas Zulkifli MD (70) pemilik tambak ikan di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo kepada Serambinews.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: HUT Santri Dipusatkan di Bireuen, Diperingati Secara Virtual Pada 22 Oktober

Keluhan yang dihadapi nelayan yang melakukan budidaya ikan tawar tersebut bukan hanya dalam pemasaran, akan tetapi soal pakan juga merasa kesulitan.

Apalagi, selama ini tidak ada bantuan, sedangkan kondisi pendapatan pas-pasan.

Zul berharap kepada pemerintah agar mereka diberikan bantuan bibit dan pakan ikan yang menjadi kebutuhan.

“Sejak tahun 1990, kami sudah mulai melakukan budidaya ikan tawar, dan usaha tersebut sebagai salah satu sumber ekonomi kami, karena tidak ada pekerjaan lain,” ungkap Ahman Joni (65).

Dikatakan, ikan tersebut dipanen sekitar 8 bulan sekali, sebagian pemiliknya setiap panen sekitar 600 hingga 1 ton per kolam.

Namun saat ini setiap tiba masa panen tidak tidak ada lagi yang menampungnya.

Sedangkan untuk menjualnya sebagian dibawa langsung ke pasar lokal seperti pasar Meulaboh dan Nagan Raya.

Selain itu juga dijual secara eceran kepada warga yang membelinya langsung ke lokasi.

Baca juga: Pangdam IM Tutup TMMD di Abdya

Aktivitas tersebut masih terus dijalani meski mereka sulit melakukan pemasaran.

Namun meski tidak mendapatkan untung yang banyak akan tetapi tidak merasa rugi.

Apalagi pekerjaan tersebut sudah menjadi kebiasaan sebagian warga yang berada di pesisir selama ini.

Di Kawasan Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo ada sekitar 2 hektare lebih lokasi tambak ikan, dan jumlah tersebut dimiliki oleh banyak pemiliknya.

Sebagian warga memiliki 2 hingga 4 kolan, dengan luasnya 20 x 25 m, dan juga ada juga ukuran 30 x 20 meter per kolam.(*)

Baca juga: VIDEO - Viral Emak-emak Mengamuk di Pantai Labu, Hancurkan Mesin Judi Tembak Ikan Pakai Balok & Batu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved