Kamis, 23 April 2026

Unsyiah Hibah Mesin Pengeringan Pliek-U ke Mitra

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah menghibahkan mesin pengeringan dan pengepresan pliek-u di Aceh Besar

Editor: bakri
For Serambinews.com
Mesin Pengering Plik-U Karya LPPM Unsyiah. 

JANTHO - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah  menghibahkan mesin pengeringan dan pengepresan pliek-u di Aceh Besar. Program  Adaptasi Teknologi untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pliek-U di Aceh Besar menjadi salah satu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk (PKMBP) tahun akademik 2020 yang mendapatkan pendanaan dari LPPM Unsyiah.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dr Rita Khathir STP MSc, Dr Sri Hartuti STP MT dan Yunita SSi MSc serta turut melibatkan tiga mahasiswa Teknik Pertanian  Unsyiah dan seorang mahasiswa Teknik Elektro Unsyiah yang akan menyelesaikan tugas akhir mahasiswa tersebut.

Rita Khathir mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (17/10/2020). Sementara  mitra pengabdian terdiri dari dua warga yang berasal dari Gampong setempat, yaitu Asmaul Husna dan Laily Fithri, serta Muhammad Hamzah, warga Gampong Lamreh, Kecamatan Darussalam.

Hibah teknologi yang diterima oleh setiap mitra adalah satu unit alat pengering yang diberinama Hohenheim, satu alat pres hidrolik, satu alat kukur elektrik, satu set perlengkapan produksi, dan satu set kemasan dan label kemasan dengan dengan merek “Meugah Pliek”.

Alat pengering Hohenheim adalah hasil rancangan Dr Rita Khathir STP MSc. Ia sudah melakukan penelitian tentang alat ini sejak tahun 2015, dimana produk pertama yang diuji coba untuk alat ini adalah pliek-u.

Pliek-u yang dihasilkan pada tahun 2015 mempunyai daya simpan sampai dua tahun tanpa penurunan kualitas dan diakui sangat lezat rasanya oleh masyarakat. Teknisi yang setia membantunya dalam mewujudkan hasil rancangan ini adalah suaminya sendiri yaitu Khairul Syahmega ST MSi.

Kolaborasi keduanya dalam memperbaiki rancangan alat pengering ini selama beberapa tahun telah membuahkan hasil seperti mendapatkan penghargaan juara pertama dalam lomba gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Banda Aceh tahun 2019.

Beberapa industri seperti industri bumbu “Meurasa” dan industri ikan keumamah instan ‘Makjar” juga telah mengadopsi alat pengering ini. Selain alat pengering, produk baru yang diluncurkan pada kegiatan ini adalah alat pengepres hidrolik. Dengan menggunakan alat ini, proses pengepresan minyak pliek dapat dilakukan dengan sangat mudah serta higienis dengan nilai rendemen minyak yang dihasilkan lebih banyak, serta pliek-u yang dihasilkan tidak mengandung minyak sama sekali.

Tim solid dosen perempuan ini berharap agar outcome yang dapat dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan animo masyarakat untuk membangun industri pengolahan pliek-u dengan perbaikan teknologi sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan dikemas dengan baik untuk dipasarkan sampai ke luar daerah Aceh.

Rencana penelitian selanjutnya adalah perancangan sistem kontrol suhu dan kelembaban dengan PID Controller pada alat pengering Hohenheim. Untuk terlaksananya perencanaan ini, seorang pakar elektronika yaitu Dr Melinda ST MSc dari program studi Teknik Elektro Unsyiah, akan segera bergabung dengan tim dosen perempuan ini.

Secara terpisah, ketua LPPM Unsyiah, Prof Dr Taufik Fuadi Abidin SSi MTech menyatakan, apresiasinya terhadap kegiatan ini, dan berharap akan segera lahirnya paten sederhana dari proses pengolahan pliek-u dan teknologi yang dikembangkan sehingga karya-karya ini terlindungi sebagai salah satu kekayaan intelektual dosen Unsyiah.(min)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved