Breaking News:

Baitul Mal Aceh Siapkan Bantuan Dana KUBE

Di tengah pandemi Covid-19, Baitul Mal Aceh menyediakan bantuan dana untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam upaya membantu kelompok

Dr. H. Armiadi Musa, M.A. 

* Tanpa Batas Kuota

BANDA ACEH - Di tengah pandemi Covid-19, Baitul Mal Aceh menyediakan bantuan dana untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam upaya membantu kelompok masyarakat yang secara ekonomi terdampak wabah.

"BMA membuka peluang untuk membangkitkan usaha bagi kelompok masyarakat di tengah pandemi Covid-19," ujar Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA kepada Serambi, Rabu (21/10/2020).

Menurut Armiadi Musa, bantuan ini diutamakan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi keluarga miskin. Bantuan KUBE tersebut tanpa batas kuota, akan tetapi disesuaikan dengan hasil verifikasi di lapangan.

Kegiatan KUBE adalah bantuan modal usaha berbasis kelompok usaha mikro yang beranggotakan mustahik zakat. Bantuan ini dimaksudkan untuk mempermudah kelompok usaha dalam mengakses modal usaha.

Kelompok usaha mikro berbasis kelompok yang beranggotakan minimal lima orang dan telah memiliki legalitas dengan keseluruhan anggotanya adalah mustahik pada senif miskin. 

Baitul mal gampong dan/atau baitul mal kabupaten/kota dia katakan, dapat menerbitkan rekomendasi kepada kelompok usaha dimaksud sebagai kelompok usaha beranggotakan mustahik untuk syarat pengajuan permohonan kepada Baitul Mal Aceh. 

“Pendaftaran mulai tanggal 20 Oktober hingga 27 Oktober 2020. Kriteria yang harus dipenuhi adalah kelompok usaha mikro minimal terdiri dari lima orang anggota kelompok,” jelas Armiadi.

Selain itu, usaha yang ingin mendapat bantuan sudah harus berjalan minimal 1 tahun dan harus berada dalam satu wilayah pasar/rumah produksi/komunitas yang berdomisili di Banda Aceh atau Aceh Besar. Di samping itu, calon penerima juga merupakan mustahik zakat yang berasal dari keluarga miskin dan mendapat rekomendasi dari baitul mal gampong dan/atau baitul mal kabupaten/kota.

Sedangkan syarat administrasi yang harus dilengkapi, legalitas kelompok usaha dari keuchik/pejabat/pihak berwenang, surat keterangan domisili usaha dari keuchik, rekomendasi baitul mal gampong/baitul mal kabupaten/kota. Berikutnya surat keterangan miskin anggota kelompok dari keuchik, surat pernyataan/keterangan tidak mendapatkan bantuan yang sama dari pihak lain, surat pernyataan kesanggupan melaksanakan kegiatan dan bersedia dilakukan pendampingan dan evaluasi.

"Foto copy KTP dan KK anggota kelompok dan formulit dapat di download di link ini, bit.ly/3o7BFZr," ujar Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA.

Di samping itu, Plt Kepala Baitul Mal Aceh (BMA), Dr Armiadi Musa MA, juga mengatakan bahwa BMA juga membuka program beasiswa tahfidz Alquran tahap kedua khusus kepada anak yatim. Pendaftaran mulai dibuka tanggal 20 Oktober hingga 25 Oktober 2020. "Dalam penerimaan ini diutamakan santri/siswa yatim piatu," ujar Armiadi, Rabu (21/10/2020).

Kriteria santri/siswa penerima beasiswa diutamakan santri/siswa yatim/yatim piatu ber-KTP dan KK Aceh, memiliki hafalan minimal 5 Juz (lancar/mutqin) dan maksimal 20 Juz. Umur maksimal 20 tahun, dan tidak sedang menerima bantuan pendidikan dari pihak lembaga/institusi lain. Selain itu juga harus bersedia mengikuti semua ketentuan yang ditetapkan oleh BMA.

“Direncanakan kuota untuk tahfidz Alquran sebanyak 600 orang. Hasil verifikasi tahap pertama sudah ada 364 orang. Jadi untuk tahap kedua dibutuhkan 236 orang lagi,” sebut Armiadi.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved