Minggu, 12 April 2026

Berita Bireuen

Sejumlah Pesantren di Aceh Terima Penghargaan dan Izin Operasional

Para santri dituntut agar dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan pendidikan Islam dan pembangunan sosial kemasyarakatan di Aceh.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Bupati Bireuen atas nama Plt Gubernur Aceh didampingi Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Kanwil Kemenag Aceh dan sejumlah pimpinan dayah/pesantren, Kamis (22/10/2020) menyerahkan piagam penghargaan dan izin operasional kepada sejumlah dayah di Aceh. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen.

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sejumlah pesantren di Bireuen dan kabupaten/kota lainnya di Aceh menerima piagam penghargaan atas prestasinya selama ini dan beberapa pesantren menerima surat keputusan izin operasional dari Kanwil Kemenag Aceh, Kamis (22/10/2020) di sela-sela upacara Hari Santri Nasional (HSN) ke 6 tingkat provinsi Aceh di Bireuen.

Adapun pesantren yang memperoleh piagam penghargaan sebagai dayah berprestasi yaitu Dayah MUDI Mesra Samalanga, Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah Matangkuli, Aceh Utara  dan Dayah Taqlimul Quran Usman bin Affan,  Lhokseumawe, ketiga dayah  tersebut  telah meraih prestasi di tingkat nasional, piagam penghargaan diserahkan Bupati Bireuen atas nama Gubernur Aceh didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny S.Ag MM.

Setelah itu, Kanwil Kemenag Aceh, Drs Iqbal menyerahkan izin operasional Ma’had Aly di Provinsi Aceh Pesantren Darul Munawawarah Kuta Krueng, MUDI Mesra Samalanga, Babussalam Matangkuli, Aceh Utara, Malikussaleh Panton Labu, Raudhatul Ma’arif, Cot Trueng, Aceh Utara  dan  pesantren Syech Mudawaly Al-Khalidy Labuhan Haji.

Dalam upacara tersebut, Plt Gubernur Aceh dalam pidatonya yang dibacakan Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi sebagai inspektur upacara antara lain mengatakan, santri harus mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran masyarakat melalui ide-ide dan pemikiran-pemikiran ‘ala thariqat Ahlul Sunnah wal jama’ah baik dalam aqidah, ibadah, akhlak maupun mua’malah.

Selain itu para santri dituntut agar dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan pendidikan Islam dan pembangunan sosial kemasyarakatan di Aceh. 

Selanjutnya masalah yang terpenting bagi santri dalam pendidikan dan pengajaran di dayah adalah membuat santri memiliki sarana dan perlengkapan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dalam rangka mengenal Allah SWT.

Plt Gubernur Aceh,  Nova Iriansyah juga mengharapkan para santri agar menjadi generasi berkualitas penerus masa depan.

“Tentu inilah yang kita harapkan, yakni generasi berkualitas yang akan mengambil alih tongkat estafet pembangunan Aceh di segala bidang,” harap Plt Gubernur. 

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny dalam jumpa pers dengan wartawan juga mengharapkan agar para santri dapat terus belajar dalam mengasah kemampuan diri.

Tingkatkan intelegensi disegala bidang, tidak hanya di bidang agama saja, namun juga sains, kita ingin melihat santri mampu bersaing dan menjadi leader di semua bidang, imbuhnya.

Selain itu, Usamah mengajak kepada masyarakat untuk memanjatkan do’a agar para alim ulama pimpinan dayah tetap sehat dan diberi kemudahan serta kelapangan sehingga dapat terus mendidik para santri dalam menggapai Ridha Ilahi, harapnya.(*)

Baca juga: Daftar Khatib Jumat 23 Oktober 2020 di Masjid Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen

Baca juga: VIDEO Postingan Foto Terakhir DN bersama Rangga, Ibu Berdoa Semoga Bekumpul Tapi Justru Terpisah

Baca juga: Pertama di Dunia, LG Jual TV Canggih yang Bisa Digulung, Begini Wujudnya: Harganya Rp 1,2 miliar

Baca juga: Tiga Bank Syariah Rampungkan Rencana Merger, akan Jadi Bank Syariah Nasional Terbesar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved