Antrean Mobil Kembali Ramai, Pascapencabutan Stiker BBM Bersubsidi
Dua minggu setelah pencabutan Surat Edaran Gubernur Aceh, tentang Pemasangan Program Stikering pada mobil pengguna BBM bersubsidi
BANDA ACEH - Dua minggu setelah pencabutan Surat Edaran Gubernur Aceh, tentang Pemasangan Program Stikering pada mobil pengguna BBM bersubsidi jenis solar dan premium, kini antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU.
Hal itu juga diakui Faisal Budiman, pemilik SPBU Luengbata, Banda Aceh. Dikatakan, pada minggu pertama pencabutan program stikering antrean di SPBU belum begitu ramapi. Tapi pada saat ini antrean mulai mengular, karena berbagai jenis kendaraan kini ramai-ramai mengisim BBM bersubsidi, baik itu jenis premium maupun solar.
Sebagai pemilik SPBU, kata Faisal, pihaknya hanya menjalankan regulasi dari kebijakan yang sudah dibuat antara Pemerintah Aceh dan Pertamina bersama Asosiasinya. “Sebenarnya program itu sangat bagus, karena dengan adanya program stikering itu, antrean mobil yang mengisi BBM subsidi tidak ramai. Karena memang kendaraan yang dibolehkan mengisim BBM bersubsidi hanya yang berstiker,” terangnya.
Namun setelah dua bulan berjalan, tambah Faisal, program itu dievaluasi oleh Pemerintah Aceh. “Karena dinilai kurang efektif, program itu dicabut dengan surat Gubernur Aceh Nomor 540/14661 tertanggal 15 Oktober 2020,” kata Faisal.
Hal serupa juga disampaikan pemilik SPBU di Jalan Soekarno-Hatta, Nahrawi Nurdin. Dikatakan, setelah pencabutan program stikering, antrean kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi kembali ramai. “Ramainya antrean, selain memang kendaraan nonstiker sudah boleh kembali mengonsumsi BBM bersubsidi, jatah bahan bakar yang disalurkan setelah program dicabut volumenya sama,” ujarnya.
Volume solar yang disalurkan Pertamina hanya 16 kiloliter (KL) per hari. Sementara untuk premium hanya setengah dari solar, yaitu 8 kiloliter (KL). “Pada program stikering, waktu penjualan premium bisa tahan 6 sampai 12 jam. Namun saat ini waktu penjualan hanya 2 jam, karena banyak mobil yang antre,” ujar Nahrawi.
Sementara untuk penjualan solar, karena antrean mobilnya tidak sebanyak premium, stok solar 16 KL baru habis 2 hari, dan tidak pernah terjadi kekosongan.
Sementara itu, Sales Area Manager PT Pertamina Aceh Ferry Pasalini mengatakan, ada beberapa daerah yang antrean kendaraan di SPBU masih seperti diberlakukannya program stikering. Hal itu, katanya, karena masyarakat belum tahun kalau program itu sudah dicabut.
“Saat ini kami sedang melakukan pemantauan di lapangan. Karena meski program itu stikering sudah dicabut, Pertamina tetap berkewajiban menyalurkan BBM bersubsidi tersebut sehingga tetap berjalan normal,” pungkas Ferry Pasalini.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobil-dengan-berbagai-jenis-sedang-mengantre-di-spbu.jpg)