Breaking News:

Salam

Menunggu Nasib Muhyiddin Yassin  

Perseteruan para politisi gaek membuat suhu politik negeri jiran Malaysia sangat memanas. Mahathir Mohammad, Muhyiddin Yassin

Reuters
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim 

Perseteruan para politisi gaek membuat suhu politik negeri jiran Malaysia sangat memanas. Mahathir Mohammad, Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim, dan lainnya seolah sedang menggelar perang terbuka untuk merebut kursi Perdana Menteri yang diduduki Muhyiddin Yassin sejak Maret 2020. Kini Mahyiddin benar-benar berada dalam posisi sulit. Kekuatan “minimalis” di parlemen yang dikontrolnya juga dapat hilang sewaktu‑waktu.

Muhyiddin saat ini hanya memiliki dukungan 113 anggota parlemen. Hanya dibutuhkan 3 parlementarian yang membelot untuk menjadikan Muhyiddin sebagai Perdana Menteri Malaysia dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah negeri jiran itu.

Para pengamat politik mengatakan, pemerintahan perdana menteri berusia 73 tahun itu terancam jatuh karena goyangan luar biasa bukan hanya dari satu aktor politik melainkan tiga aktor politik.

Anwar Ibrahim yang selama 22 tahun mengincar kursi PM, belakangan ini mengendalikan 91 anggota parlemen dari koalisi oposisi Pakatan Harapan pimpinannya. Ternyata, ia mengaku mendapat dukungan dari mantan partainya Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

UMNO yang saat ini tergabung dalam koalisi Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin menyatakan dukungan 39 parlementariannya kepada Anwar. Dengan dukungan UMNO, Anwar mengantongi 130 kursi parlemen, lebih dari cukup untuk membentuk pemerintahan baru yang hanya membutuhkan minimal 112 kursi.

Anwar sudah menyerahkan kepada Sultan Abdullah (Raja Malaysia) dokumen pernyataan dukungan mayoritas anggota perlemen kepada dirinya. Dengan kekuatan itu, Anwar juga mendesak Muhyiddin meninggalkan kursi PM.

Namun, kabar lainnya mengatakan UMNO terpecah. Inisiatif mendukung Anwar sebenarnya berasal dari Presiden Partai Zahid Hamidi dan mantan Perdana Menteri Najib Razak yang berharap dapat lepas dari kasus korupsi yang membelit mereka. Kini, kabarnya 24 parlementarian UMNO disebut‑sebut menolak mendukung Anwar. Mereka memilih mempertahankan Muhyiddin atau mempertimbangkan politisi senior UMNO Tengku Razaleigh Hamzah sebagai calon PM. Ini berarti hanya 15 parlementarian dari faksi Zahid dan Najib yang kukuh mendukung Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu. Angka 15 ini tidak akan cukup bagi Anwar untuk menduduki kursi PM.

Di tengah persaingan tersebut, muncul pula Mahathir Mohamad yang membuat mimpi buruk bagi Muhyiddin dan Anwar. Mahathir terus melancarkan serangannya kepada mantan sekutu politiknya itu.  Politisi kawakan berusia 95 tahun itu tidak henti mengkritik di sejumlah wawancara dengan media. Bahkan secara mengejutkan Dr M (sebutan populer untuk Mahathir) menyatakan maju lagi untuk menduduki kursi PM ketiga kalinya. Empat anggota parlemen dari partainya sudah mengajukan mosi tak percaya kepada Muhyiddin.

kan tetapi beberapa kalangan, termasuk pengamat tidak yakin Mahathir bakal mendapat  dukungan lagi untuk menjadi PM Malaysia yang sudah pernah didudukinya dua kali.

Pekan pertama bukan depan adalah momenting paling menentukan bagi nasib Muhyiddin. Ujian terbesar akan dihadapinya ketika anggaran belanja negara Malaysia dibawa ke Dewan Rakyat pada 6 November. Jika anggaran itu tidak lolos, maka pemerintahan Muhyiddin otomatis jatuh karena telah kehilangan kepercayaan mayoritas parlementarian. Sangat kritis memang,  Muhyiddin saat ini hanya memiliki dukungan 113 anggota parlemen. Jadi, jika du saja membelot, maka habislah nasib Muhyiddin.

Selain soal anggaran, belakangan Muhyiddin juga mendapat serangan hebat dari parlemen mengenai beberapa kebijakannya tentang penanganan virus Corona yang dinilai kurang efektif, terutama mengenai kebijakan lockdown.  Mahyiddin sudah berulang-ulang mengatakan bahwa kebijakan itu terpaksa dan itu yang terbaik. Tapi, sebagian masyarakat di sana tetap tak bisa menerimanya. Dan isu ini ikut dimanfaatkan lawan-lawan politiknya.

Yang jelas suara parlemen tak akan mengingkari kultur. Bagi masyarakat Melayu, budaya mereka tak bisa dipisahkan dari Islam. Itu sebabnya, partai‑parti yang berbasis Melayu, baik UMNO, PAS, PKR, dan partai-partai baru selalu membawa isu Islam dalam strategi politik mereka. Bahkan, UMNO—baik di bawah kepemimpinan Mahathir Mohammad, Abdullah Ahmad Badawi, maupun Najib Razak—memunculkan gagasan baru Islam Hadhari. Konsep Islam Hadhari adalah menegaskan peran utama pengetahuan dalam Islam dan berupaya mencapai sepuluh prinsip utama mulai dari keimanan, keadilan, hingga kehidupan yang berkualitas. Nah!?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved