Pokir Dewan untuk Beli Mukena

Dana APBK Pidie tahun 2020, yang ditempatkan pada di Dinas Pendidikan Dayah Pidie, ternyata ada pengadaan untuk beli mukena dan pakaian muslim

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Pidie, Khairizzaman. 

* Ditempatkan di Dinas Pendidikan Dayah Pidie

SIGLI - Dana APBK Pidie tahun 2020, yang ditempatkan pada di Dinas Pendidikan Dayah Pidie, ternyata ada pengadaan untuk beli mukena dan pakaian muslim dan muslimah. Kedua item pengadaan tersebut ditempatkan dalam pokir dewan.

Semua dana APBK yang diplotkan di Dinas Pendidikan Dayah Pidie dikelola melalui pokir dewan. Untuk diketahui, tahun 2019, 60 paket proyek dikelola Dinas Pendidikan Dayah Pidie untuk pokir dewan.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Pidie, Dr Khairizzaman MAg, kepada Serambi, Sabtu (24/10/2020) mengatakan, untuk pokir dewan berjumlah 15 paket proyek konstruksi dan beberapa item pengadaan untuk dayah. Anggaran diplotkan dewan Pidie dari Rp 50 juta hingga 150 juta yang dikerjakan sistem penunjukan langsung (PL). Untuk kontruksi dialokasikan pada balai pengajian.

"Yang kerjakan siapa yang ditunjuk dewan rekanannya. Kami hanya menyiapkan adminitrasi saja," jelasnya.

Sementara untuk pengadaan, kata Khairizzaman, meliputi pengadaan mukena, pakaian muslim dan muslimah, lemari santri dan sound system untuk dayah. Pengadaan peralantan tersebut juga masih dalam proses pendestribusian dilakukan dewan kepada dayah yang menjadi pilihan mereka. Anggaran untuk pengadaan barang-barang itu sekitar 150 juta.

"Kalau dayah-dayah mana disalurkan kita tidak mengetahuinya karena dewan sendiri yang menyalurkan. Pertanggungjawaban adminitrasi belum dilapor ke dinas," jelasnya.

Dia menjelaskan, Dinas Pendidikan Dayah Pidie mengelola dua sumber dana di tengah pandemi Covid-19, dana otonomi khusus (Otsus) dan APBK 2020. 

Disebutkan, untuk dana Otsus tahun 2020, tercatat sembilan paket proyek untuk pembangunan dayah tersebar di Pidie. Paling besar dana dialokasikan untuk Dayah Darul Kamaliah Keumala dengan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar. Dana sebesar itu untuk pembangunan bilik santri, ruang belajar dan sarana lainnya di dayah tersebut.

"Dayah itu mendapatkan anggaran besar pada tahun 2020, mengingat kondisi dayah sangat memprihatinkan. Dana diplotkan dua paket adalah Rp 700 juta dan 600 juta. Dayah itu telah lama tidak mendapat dana dari pemerintah untuk pembanhunan Dayah Darul Kamaliah," sebutnya.

Dikatakan, sisa enam paket lagi dana Otsus untuk enam dayah, antara lain Jabal Ulum Muara Tiga (Laweung), Miftahul Huda Cot Paloh Padang Tiji, LPI Manhajut Thalibin Titeu, Dayah Darul Falah Grong-Grong, Dayah Asasun Blang Cut Paloh Tinggi, Dayah Baldatul Mubarakah Kandang Sakti dan Dayah Tgk Chik Yaman Cot Kuthang.

"Saat ini sebagian dayah telah selesai mengerjakan dan sebagian lagi sedang proses pengerjaannya. Awal Desember 2020 harus rampung semuanya," jelas Khairizzaman.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Pidie, Dr Khairizzaman, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, untuk pelatihan purna ulama yang rencananya dilaksanakan pada tahun 2020 di Ulumul Quran Pidie dengan dana sekitar Rp 1,5 miliar lebih, justru dibatalkan akibat refocusing anggaran. Di mana anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

"Program pelatihan purna ulama telah dicetuskan Bupati Pidie, Roni Ahmad SE atau Abusyik," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam APBK Perubahan adanya penambahan paket proyek pokir dewan berjumlah 8 paket. Rinciannya, 7 paket untuk kontruksi balai pengajian dan satu pengadaan AC di Dayah Nura Tijue. Anggaran dialokasikan dari Rp 50 hingga 150 juta. "Pekerjaannya harus selesai selama 60 hari," sebutnya. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved