Breaking News:

Pendaftar Calon Komisoner KPI Aceh Sudah 80 Orang

Animo masyarakat untuk mendaftar sebagai calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh meningkat

KIRIMAN BUSTAMAM ALI
Para panitia seleksi calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh saat menggelar pertemuan pada Sekretariat Pansel di Gedung DPRA, Sabtu (24/10/2020). 

* Batas Akhir Pendaftaran 6 November

BANDA ACEH - Animo masyarakat untuk mendaftar sebagai calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh meningkat. Bahkan, sejumlah pendaftar berasal dari luar Aceh.

Ketua Pansel KPI Aceh Rahmat Saleh, memberi apresiasi terhadap pelamar yang sudah mengirimkan aplikasinya. "Kami gembira melihat tingginya animo masyarakat mendaftar sebagai calon komisioner KPI Aceh, dan tidak menduga, ada pendaftar yang berasal dari luar Aceh," jelasnya, Minggu (25/10/2020).

Didampingi Panitia Seleksi KPI Aceh, Ade Irma, Bustamam Ali, Zalsufran, Daspriani YZ, Rahmat Saleh menyebutkan, pendaftar yang terpantau mengunduh form dari link http://bit.ly/LampiranKPIA  dari sistem, sudah mencapai 80 orang.

Rahmat menambahkan, pihak Pansel berharap putra-putri terbaik Aceh bisa memanfaatkan kesempatan ini. "Karena komisi ini akan mengatur hal-hal terkait penyiaran daerah, dan kearifan lokal di Aceh, agar semua lembaga penyiaran bisa mengedukasi masyarakat di Aceh sesuai fungsi lembaga penyiaran ini," ujarnya.

Dia berharap, ada talenta muda yang muncul menjadi komisioner penyiaran pada periode masa akan datang di daerah Serambi Mekkah ini. Ditambahkan, pendaftaran seleksi diumumkan secara terbuka di media massa dan rincian informasi mengenai tahapan seleksi KPI Aceh. Pendaftaran sudah dibuka mulai 15 Oktober hingga 6 November 2020, melalui link http://bit.ly/PendaftaranKPIA.

Tahapan tes yakni mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi berupa tes tertulis dan kemampuan baca Alquran, tes kesehatan dan bebas narkoba, psikotes, dan wawancara dengan timsel.

Keseluruhan tahapan seleksi mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 01 tahun 2014 tentang Kelembagaan KPI. "Kami menjamin proses seleksi akan berlangsung transparan dan adil untuk mendapatkan figur-figur terbaik dalam mengatur tata kelola penyiaran di wilayah Aceh," ujarnya.

Ia menyatakan, banyak sekali tantangan yang sedang dihadapi dunia penyiaran seiring dengan maraknya platform digital. Misalnya, segi konten televisi harus bersaing ketat dengan platform digital seperti Youtube untuk mempertahankan pembagian market share.

Menurutnya, kehadiran media digital menjadi tantangan besar, di tengah payung hukum berupa undang-undang penyiaran yang kian usang. Ditambah lagi dalam waktu yang bersamaan platform digital belum memiliki regulasi.

"Apalagi berbicara tentang konten siaran lokal yang semakin tergerus. Mengurai besarnya tantangan dunia penyiaran saat ini, semoga dengan seleksi ini kita dapat mengumpulkan talenta-talenta terbaik Aceh untuk duduk di lembaga KPI periode berikutnya," ujarnya.

Pansel berharap, mengingat batas waktu semakin mendesak, calon pendaftar diminta segera mengirimkan berkas pendaftarannya kepada pansel melalui link yang sudah disediakan.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved