Breaking News:

Ayah Berperan Besar dalam Imunisasi Anak  

Ayah memiliki peran besar terhadap kesehatan anak, terutama dalam hal imunisasi. Ayah juga harus terlibat secara aktif untuk menentukan kualitas

Ayah Berperan Besar dalam Imunisasi Anak   
IST
Almer Hafis Sandy

BANDA ACEH - Ayah memiliki peran besar terhadap kesehatan anak, terutama dalam hal imunisasi. Ayah juga harus terlibat secara aktif untuk menentukan kualitas tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan. Hal ini disampaikan Pemilik Usaha Simpang Lima Groceries, Almer Hafis Sandy.

Ia mengaku selalu menemani dan mendampingi istri saat membawa anak mereka untuk imunisasi ke posyandu atau puskesmas. "Saya sering menemani istri, kecuali ketika sedang berada di luar kota," ujar Almer.

Menurutnya, hal itu menjadi bentuk dukungan moril kepada istri dan anaknya. "Jadi, sampai sekarang anak saya tidak pernah takut dibawa ke tempat vaksinasi. Mungkin salah satu efeknya dari situ bagaimana kita menenangkan anak selagi vaksin dan sebagainya," ungkap Almer di Banda Aceh, Senin (26/10/2020).

Dijelaskan, peran ayah memang krusial dan harus mendampingi. Seorang ayah harus selalu mendukung, sebab urusan anak merupakan keputusan bersama, tidak hanya ibu atau bapaknya saja. 

"Jangan sampai ayahnya merasa vaksinasi tidak penting, sementara ibunya ingin memvaksin anak tapi dihalangi ayahnya. Padahal, vaksin-vaksin tersebut di puskesmas gratis. Jadi, tinggal mengikuti saja sesuai yang direkomendasi oleh petugas kesehatan," kata Almer.

Lebih lanjut ia mengatakan, vaksinasi bukan hanya untuk anak, tapi juga untuk melindungi masyarakat secara umum. "Sebab, saat satu keluarga anti terhadap vaksin, kemudian anaknya terkena suatu virus, maka bisa tersebar ke yang lain-lain saat bermain dengan teman-temannya di sekolah," sebutnya.

Secara pribadi, sambung Almer, dari lahir anaknya sudah divaksin sesuai jadwal yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah sekaligus melindungi anaknya dari virus dan penyakit menular. 

"Kita tahu virus itu memang ada. Jadi, jangan sampai kita tidak memberikan hak seorang anak untuk mendapatkan vaksin. Buktinya, virus itu ada seperti Corona sekarang, influenza, dan lain-lain. Jadi, saya rasa mendapatkan imunisasi memang hak seorang anak sejak ia lahir," ujar Almer.

Terkadang, tambahnya, ada Ayah yang enggan mengimunisasi anaknya karena khawatir anak akan demam atau rewel. Padahal, menurut Almer, demam dapat menjadi pertanda bahwa tubuh anak sedang bereaksi membentuk kekebalan dan dapat diatasi dengan obat penurun panas. Hal ini juga penting untuk dipahami seorang Ayah, sehingga tak menjadi halangan untuk membawa anak ke tempat imunisasi.

"Peran kita sebagai ayah adalah mendukung, tentu saja dengan diskusi terutama untuk hal-hal terkait anak. Intinya, kita sebagai ayah harus tetap memperhatian anak dan keluarga itu nomor satu. Jadi, apapun hak anak yang dapat kita penuhi sebisa mungkin harus kita penuhi," saran Almer.

Ia menyebutkan, orang tua khususnya ayah jangan egois bahwa urusan keluarga juga harus dengan diskusi. "Jangan sampai terlalu memaksakan diri tidak mau vaksin, tapi akhirnya membahayakan keluarga sendiri. Jadi, memang peran mendukung dan mendampingi itu fungsi utama dari ayah," pungkas Almer Hafis Sandy. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved