Breaking News:

Salam

Peringatan Maulid Harus Tetap Waspadai Corona  

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengingatkan dalam acara peringatan Maulid

belitung.tribunnews.com
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengingatkan dalam acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat mengingat hingga kini serangan virus Corona masih sangat tinggi. Bahkan, MUI meminta masyarakat di zona merah tidak mengerahkan massa dalam perayaan bulan kelahiran Rasulullah Saw.

Peringatan Maulid Nabi bagi masyarakat Aceh adalah identik dengan kenduri yang disertai dengan mendengar ceramah tentang perjuangan Nabi Muhammad Saw. Tahun ini, 12 Rabiul Awal 1442 Hijriah jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020. Bersamaan dengan itu pula, pemerintah sudah memberi cuti bersama dua hari, yaitu tanggal 28 dan 30 Oktober 2020, sehingga para pegawai atau aparatur pemerintah dapat menikmati libur panjang di tengah pandemi ini.

Seperti seruan ulama tadi, pemerintah juga mengingatkan masyarakat yang bergerak dari sati zona ke zona lainnya dalam rangka libur panjang maulid nabi ini, hendaknya tetap mematuhi protokol kesehatan agar Covid‑19 yang sedang menyerang Indonesia ini tidak semakin parah penyebarannya.

Seorang cendikiawan menulis, animo masyarakat begitu tinggi dalam menyambut dan memuliakan bulan kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw. Dalam hal ini pemerintah harus hadir, memberikan solusi terbaiknya. Jangan sampai pembatasan kerumunan massa dianggap sebagai pelarangan peringatan maulid.

Narasi pembenturan atas pembatasan kegiatan perayaan maulid dengan ketundukan pada aturan pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona, bisa saja muncul di telinga bahkan di mimbar, panggung ceramah. Untuk itu, ulama harus bisa menyejukkan umat di tengah pandemi. Begitu pula pemerintah harus menghargai dan memberikan solusi terbaik dalam konteks ini.

Masyarakat yang baik juga harus sadar diri. Kondisi bangsa yang tengah dilanda pandemi dan resesi, setidaknya menjadi bahan pertimbangan untuk menggelar perayaan maulid dalam lingkup yang sederhana, tetapi tidak mengurangi makna, yaitu meneladani Rasulullah Saw. Toh, Rasulullah mengajarkan kita tentang kesederhanaan, kan?

Setidaknya, ada tiga tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.  Pertama, supaya kenal dan cinta kepada Nabi Muhammad. Cara kita mencintai dan mengenal Nabi antara lain melalui  sejarahnya dan apa‑apa yang ditinggalkan Rasulullah untuk umatnya.

Kedua, supaya kita dapat mencontoh dan meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw. Di era sekarang ini, paling tidak kita dapat mencontoh empat sifat Nabi Muhammad. Yakni, siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh. Siddiq artinya jujur, berkata benar. Amanah bermakna dapat  dipercaya. Menjalankan sebaik mungkin apa yang diamanatkan atau dipercayakan kepadanya.

Fathanah artinya cerdas atau pandai. Sedangkan tabligh berarti menyampaikan. Sifat ini wajib dimiliki seorang Rasul. Karena, yang membedakannya dari nabi adalah kewajibannya untuk menyampaikan firman Allah yang diturunkan kepada umatnya.

Selain meneladani sifat Nabi Muhammad Saw tersebut, masih terdapat banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk merealisasikan makna Maulid Nabi dalam kehidupan. Bershalawat juga merupakan hal penting sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad Saw. Dengan bershalawat, seseorang akan mendapatkan berbagai kemuliaan seperti dijanjikan pahala berlipat oleh Allah Swt. Diangkat derajatnya, bahkan Allah menjanjikan akan mengumpulkan orang yang gemar bershalawat bersama Nabi Muhammad di surga. Kemuliaan‑kemulian tersebut dapat diraih dengan sangat mudah, yang terpenting adalah niat agar dapat selalu bershalawat di setiap waktu yang ada.

Ketiga, tujuan peringatan Maulid Nabi yang tak kalah penting adalah melestarikan ajaran serta misi perjuangan Nabi Muhammad saw, juga para Nabi sebelumnya. Rasulullah saw telah mengerahkan seluruh jiwa raga dan hartanya demi menyampaikan ajaran Allah Swt kepada umatnya. Bahkan Rasulullah saw juga mewariskan Alquran dan sunnah Nabi sebagai pedoman hidup agar terhindar dari kesesatan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved