Breaking News:

Opini

Karakter Moral dan Kinerja Rasulullah SAW  

Nabi Muhammad adalah fenomena keajaiban dunia, ia terlahir sebagai seorang yatim pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 20 April 571 M

Karakter Moral dan  Kinerja Rasulullah SAW   
Faizal Adriansyah

Faizal Adriansyah

Kepala Puslatbang KHAN LAN RI

Nabi Muhammad adalah fenomena keajaiban dunia, ia terlahir sebagai seorang yatim pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau 20 April 571 M. Situasi dunia saat kelahirannya berada dalam kegelapan dimana nilai-nilai ketauhidan telah sirna berganti dengan kemusyrikan yang merata di berbagai belahan dunia, nilai-nilai kemanusiaanpun telah runtuh, penindasan terhadap yang lemah dalam bentuk perbudakan, penjajahan, pengorbanan manusia khususnya wanita menjadi hal yang biasa di masa itu.

Tahayul dan khurafat menjadi praktek kehidupan sebagian besar manusia, namun sebaliknya Ilmu pengetahuan mengalami kemandegan dan stagnasi.  

Tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun bahwa salah satu keutamaan Nabi Muhammad adalah terletak pada karakternya atau akhlaknya yang mulia dan agung. Dalam hal ini Allah telah menyatakan dalam Surah Al Qalam ayat 4 : "Dan sungguh engkau Muhammad memiliki akhlak yang sangat agung".

Dengan keagungan akhlak inilah Nabi Muhammad membuktikan kebenaran dirinya bahwa dia adalah seorang utusan Allah. Di antara peristiwa pengakuan kebenaran kerasulan Muhammad seperti yang dikisahkan oleh Ibnu Abbas yang terdapat dalam shahih Bukhari. Peristiwa ini terjadi sewaktu Abu Sufyan masih menjadi pemimpin kafir Quraisy.

Dikisahkan Raja Hiraklius penguasa Rumawi mengundang Abu Sufyan ke istananya. Ia saat itu sedang berada di Syam dalam robongan kafilah dagang. Maksud Hiraklius mengundang Abu Sufyan adalah untuk bertanya perihal penduduk Makkah yang bernama Muhammad yang mengaku sebagai Rasul dan telah mengirim surat ajakan memeluk Islam kepada Hiraklius yang beragama Nasrani.

Dalam dialog tersebut Abu Sufyan tidak berani berdusta sekalipun dia ingin waktu itu berbohong tentang Nabi Muhammad, karena kebenciannya terhadap ajaran yang dibawa Muhammad. Namun, tidak ia lakukan karena pernyataan Abu Sufyan kala itu di depan Raja Hiraklius disaksikan teman-temannya dari Mekkah, maka Abu Sufyan tidak ingin ia nanti dituduh sebagai pembohong ketika kembali ke Mekkah.   

Raja Hiraklius bertanya mulai nasab Nabi Muhammad sampai kepada akhlaknya, maka Abu Sufyan menjelaskan semuanya apa adanya, terkejutlah Hiraklius ketika mendengar semua penuturan Abu Sufyan yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad terkenal akan kejujurannya bahkan kaumnya memberi gelar Al Amin. Abu Sufyan berkata seusai penjelasannya maka Hiraklius berdiri lalu berkata "Dialah nanti yang akan menguasai singgasanaku ini, sebenarnya aku mengetahui akan kehadirannya, tetapi tidak kusangka dia lahir dari bangsamu. Seandainya rakyatku tidak menghalangi langkahku, maka aku akan datang kepadanya walaupun perjalanan jauh dan melelahkan untuk mencuci kedua kakinya."

Kemudian, Raja Heraklius meminta diambilkan surat dari Nabi Muhammad yang dikirim kepadanya dan minta dibacakan. Setelah selesai dibacakan kata Abu Sufyan suasana pertemuan terdengar gaduh karena para pemuka agama gelisah menyaksikan peristiwa tersebut.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved