Breaking News:

Ustadz Ditikam Saat Ceramah

Rabithah Thaliban Aceh Minta Pelaku Penusukan Penceramah di Aceh Tenggara Dihukum Berat

RTA juga meminta agar pelaku berinisial MA yang merupakan pecatan Polri dapat dihukum berat karena tindakannya tersebut dapat menyebabkan trauma bagi

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Rais 'Am PB RTA, Tgk Marbawi Yusuf 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Organisai santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penikaman Ustadz Muhammad Zaid Maulana saat sedang berceramah maulid di Aceh Tenggara (Agara).

RTA juga meminta agar pelaku berinisial MA yang merupakan pecatan Polri dapat dihukum berat karena tindakannya tersebut dapat menyebabkan trauma bagi para penceramah.

Demikian disampaikan Rais 'Am PB RTA, Tgk Marbawi Yusuf menyikapi kasus tersebut kepada Serambinews.com, Jumat (30/10/2020).

Kasus penikaman tersebut terjadi di Masjid Al Husna Kandang Blang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Kamis (29/10/2020) malam.

Baca juga: Tersangka Penikam Ustadz Zaid saat Ceramah Maulid di Agara tak Akui Perbuatannya & Pura-pura Bingung

“Kita juga sangat berharap agar pihak keamanan dapat membongkar motif pelaku penusukan ini agar dapat menghindari keresahan para pendakwah di Aceh. Sebab, kejadian penusukan dikabarkan berlangsung saat korban sedang berdakwah, “ ujar Tgk Marbawi didampingi Ketua 1 RTA, Dr Teuku Zulkhairi, Jumat (30/10/2020).

Tgk Marbawi juga meminta pelaku dapat dihukum berat karena tindakannya ini bukan saja telah melukai korban, namun juga dapat dikatakan sebagai pelecehan terhadap kegiatan dakwah menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw.

Ketua I RTA, Teuku Zulkhairi menambahkan jika dilihat dari waktu terjadinya penusukan, yakni ketika Ustaz Zaid sedang berceramah, diduga pelaku tidak suka kepada kegiatan ceramah tersebut.

“Kejadian ini harus diusut tuntas karena Aceh setiap tahun selalu menyelenggarakan kegiatan ceramah maulid Nabi Muhammad saw. Dan baru kali ini ada penceramah yang ditusuk saat sedang berceramah di Aceh. Kejadian ini juga mengingatkan kita pada sejumlah kasus penusukan ulama di luar Aceh seperti yang menimpa Syaikh Ali Jaber beberapa waktu lalu,” kata Zulkhairi.

Baca juga: VIDEO Kronologi Penikaman Ustaz di Aceh Tenggara, Ternyata Pecatan Polisi Diduga Mabuk saat Beraksi

Zulkhairi mengatakan, pihaknya mempercayakan kepada aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini dan meyakini bahwa pada akhirnya motif pelaku akan dapat diusut.

Selain itu, lanjut Zulkhairi, ke depan panitia pelaksanaan kegiatan keagamaan dapat menjaga sebaik-baiknya penceramah yang diundang.

Misalnya dengan menjaga jarak antara jamaah dan penceramah supaya jika kelak terjadi kasus serupa maka penceramah ini dapat lebih siap menghindari.

“Kita harapkan panitia ceramah agama di Aceh agar dapat mengawal penceramah. Baik dengan menyiapkan tempat ceramah yang memiliki jarak dengan jamaah maupun dengan cara mengawali penceramah. Panitia dapat membentuk kepanitiaan bidang keamanan penceramah, “ tandas Zulkhairi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved