Breaking News:

Jurnalisme Warga

Spirit Berkebun di Anjungan Aceh-TMII Semasa Pandemi

Untungnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sigap dan cerdas memproteksi kesehatan warganya, terutama melalui instruksi agar semua waspada

Spirit Berkebun di Anjungan Aceh-TMII Semasa Pandemi
IST
IR. CUT PUTRI ALYANUR, ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, melaporkan dari TMII Jakarta

OLEH IR. CUT PUTRI ALYANUR, ASN pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, melaporkan dari TMII Jakarta

SEJAK  pandemi Covid-19 melanda Jakarta, kehidupan dan rutinitas warga terdampak hebat. Untungnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sigap dan cerdas memproteksi kesehatan warganya, terutama melalui instruksi agar semua waspada, peduli, dan patuh pada arahan pemerintah dalam menerapkan protocol kesehatan (prokes).

Pembatasan Sosial Berskala  Besar (PSBB) akhirnya dipilihsebagai kebijakan untuk mengantisipasi dan memutus rantai penularan Covid-19 dengan pola ketat, pola transisi, atau sebutan lainnya.

PSBB ini berdampak pula ke semua lini, tak terkecuali bagi kami yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta, meski bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) yang ditugaskan padaAnjungan Daerah Pemerintah Aceh di Taman Mini Indonesia Indah (TMMI).

TMII adalah Rumah Budaya Bangsa, sebagai pusat kegiatan seni budaya dan pariwisata. Taman mini ini memiliki aneka wahana edukasi dan permainan, aneka museum sebagai laboratorium sejarah peradaban bangsa, seperti Museum Asmat, Papua, dan Museum Indonesia.

Aneka taman inspirasi sebagai wujud pelestarian keanekaragaman hayati juga ada, seperti taman burung dan taman ikan air tawar. Mendukung penerapan PSBB, TMII pun harus menyesuaikan aktivitasnya dengan peraturan untuk kawasan Pariwisata di DKI Jakarta, seperti pembatasan jumlah pengunjung yang maksimal hanya 25%, pembelian tiket yang hanya dapat diakses secara daring (online), pembatasan usia pengunjung yang berumur 9-59 tahun, serta selalu tertib dan disiplin dalam mematuhi prokes Covid-19. Pembatasan ini sangat memengaruhi jumlah wisatawan yang biasanya jadi andalan di 33 anjungan daerah serta wahana wisata lainnya.

Begitupun, anjungan daerah provinsi harus tetap hidup, harus terus berperan dalam keadaan yang terbatas, untuk mewarnai denyut TMII, kebanggaan Ibu Pertiwi. Apalagi dengan adanya dukungan Pemerintah RI dalam Permendagri Nomor 28/2016 tentang Revitalisasi Anjungan Daerah di TMII. Permendagri ini member jiwa baru kepada anjungan daerah karena "Anjungan daerah dan isinya adalah aset negara."

Semua anjungan daerah di TMII dikelola oleh masingmasing pemerintah provinsi dan berfungsi sebagai jendela promosi dan informasi mengenaidaerahnya kepada pengunjung  dan wisatawan dunia, melalui penampilan seni budaya, benda pusaka Nusantara, serta rumah adat dengan ciri khas, unik, dan tradisional.

Bersama anjungan daerah provinsi lainnya, Anjungan Daerah Aceh telah berusia 45 tahun, seumur dengan TMII yang berulang tahun ke-45 pada 20 April 2020. Pada tanggal 16 Juli 2018 di Sasono TMII, Pemerintah Aceh telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Sekretariat Negara RI untuk memanfaatkan lahan kosong di Anjungan Aceh seluas 6.552 meter.

Hal ini sesuai dengan surat Menteri Keuangan RI Nomor: S-190/MK.6/2018, tanggal 11 Mei 2018 tentang Persetujuan Pinjam Pakai Barang Milik Negara, Milik Kementerian Sekretariat Negara RI kepada 33 Pemerintah Provinsi.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved