Rabu, 15 April 2026

Penanganan Covid 19

Gerakan Pemuda Subuh Kembali Aktif Setelah Vakum Akibat Covid-19, Turut Diskusi Isu Terkini

Gerakan Pemuda Subuh (GPS) kembali mengatifkan kegiatan subuh keliling setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra saat menjadi pembicara pada acara diskusi kepemudaan di Warung Kopi SMEA, Peurada, Banda Aceh, Sabtu (31/10/2020) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gerakan Pemuda Subuh (GPS) kembali mengatifkan kegiatan subuh keliling setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19

Mulai Sabtu (31/10/2020) pagi, kegiatan tersebut kembali disemarakkan dengan menghadirkan penceramah, Prof Dr Tgk Farid Wajdi Ibrahim MA, Plt Ketua Majelis Adat Aceh (MAA).

Setelah subuh berjamaah, GPS bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh serta sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Aceh juga mengadakan diskusi kepemudaan.

Kegiatan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda itu dilaksana di Warung Kopi SMEA, Peurada, Banda Aceh menghadirkan pemateri tunggal yaitu Wahyu Saputra, Ketua KNPI Aceh.

Baca juga: Viral Guru Pukul dan Gigit Tangan Murid TK Saat Jam Makan, Diduga Karena Masalah Ini

Presiden GPS, Ustaz Irhamullah El-Masu'dy mengatakan untuk menggerakan semangat subuh berjamaah bagi pemuda Aceh, GPS menghadirkan Prof Farid Wajdi Ibrahim MA sebagai penceramah.

Farid dalam ceramahnya mengulas perjuangan dan kehebatan pemuda masa lalu, baik pemuda yang ada di lingkaran Rasulullah, hingga pemuda Islam yang berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Update: Korban Tewas Gempa Bumi dan Tsunami Turki Bertambah Jadi 25 Orang, 804 Terluka

"Pemuda hari ini harus berprestasi, seperti yang pernah ditoreh oleh pemuda sebelumnya," kata Ustaz Irhamullah mengutip Prof Farid Wajdi dengan nada tegas.

Sementara Wahyu Saputra dalam diskusi mengangkat isu terkini, seperti penghinaan terhadap Islam, penusukan dai, pro kontra Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan kinerja Pemerintah Aceh dalam pencegahan Covid-19.

Diakhir diskusi, GPS, KNPI Aceh bersama sejumlah Ormas dan OKP merumuskan rekomendasi yaitu.

1. Mengecam Presiden Prancis, Immanuel Macrons atas pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menghina Islam, serta meminta muslim memboikot seluruh produk Prancis.

Baca juga: AS Percepat Jual 50 Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab, Inikah Hasil Hubungan UEA Dengan Israel?

2. Mengutuk pelaku penusukan ulama/dai dan meminta Polda Aceh mengusut tuntas, serta melindungi dai ketika berdakwah.

3. Mendukung Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), dan meminta Pemerintah Aceh untuk mensosialisasikan ke publik.

4. Mendesak Pemerintah Aceh terbuka terhadap testing, tracing, dan treatment (3T) Covid-19.(*)

Baca juga: 9 Tanda Dia Akan Menjadi Suami yang Baik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved