Breaking News:

Berita Kutaraja

Penceramah Ditikam, Anggota DPRA Ini Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku & Sorot Keberadaan Kedai Tuak

"Dan tentunya kedai-kedai tuak serta tempat-tempat judi, jangan ada lagi di Nanggroe Aceh yang diberlakukan Qanun Syariat Islam," tegasnya.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
For serambinews.com
Anggota DPRA, Irawan Abdullah 

Laporan Asnawi Luwi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah meminta kepada Polres Aceh Tenggara agar bersikap tegas terhadap pelaku penikaman terhadap Ustaz Muhammad Zaid Maulana, penceramah acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Husna, Desa Kandang Blang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Agara pada Kamis (29/10/2020) malam lalu.

"Kami berharap pihak keamanan bertindak tegas terhadap pelaku, siapa pun dia. Ini penting supaya kasus seperti ini tidak terulang lagi, apalagi di Aceh yang berbasis syariat Islam," ujar Tgk Irawan Abdullah SAg kepada Serambinews.com, Sabtu (31/10/2020).

Kata Tgk Irawan Abdullah yang juga pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur'an Aceh di Kuta Malaka, Aceh Besar, Propinsi Aceh sebagai daerah yang memiliki keistimewan dan kekhususan dalam pelaksanaan Qanun Syariat Islam.

Maka sepatutnya memberikan proteksi keamanan bagi dai yang menyebarkan syiar-syiar Islam. "Dan tentunya kedai-kedai tuak serta tempat-tempat judi, jangan ada lagi di Nanggroe Aceh yang diberlakukan Qanun Syariat Islam," tegasnya.

Untuk itu, ia menekankan, tim terpadu pemerintah daerah (Pemda) dengan melibatkan dari berbagai unsur seperti TNI, Polisi, dan Satpol PP, harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan Qanun Syariat Islam di Aceh.

Baca juga: Fakta Kasus Penikaman Ustaz, Pelaku Bungkam & Motif Masih Misterius, Tersangka Pecatan Polisi

Baca juga: VIDEO Kronologi Penikaman Ustaz di Aceh Tenggara, Ternyata Pecatan Polisi Diduga Mabuk saat Beraksi

Baca juga: Malik Mahmud Sentil Peng Grik dan Jabatan dalam Rapim Partai Aceh, Apa Maksudnya?

"Ini harus dijalankan di semua daerah dan juga harus memastikan hal ini terlaksana dengan baik penegakan Qanun Syariat Islam, khususnya tentang khamar dan maisir (perjudian), maupun khalwat," pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved