Breaking News:

Jurnalisme Warga

Saat Sawah Menjadi Spot Favorit Mahasiswa

"Asalamualaikum, Bu. Saya Maghfirah, tidak bisa masuk lagi ke Zoom. Tadi ada masalah wifi, jadi ter-cancel dari Zoom," begitulah salah satu pesan

Saat Sawah Menjadi Spot Favorit Mahasiswa
IST
SYARIFAH RAHMATILLAH AL AMALULAIL, M.H., Dosen Hukum Pidana dan Viktimologi FSH UIN Ar Raniry, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH SYARIFAH RAHMATILLAH AL AMALULAIL, M.H., Dosen Hukum Pidana dan Viktimologi FSH UIN Ar Raniry, melaporkan dari Banda Aceh

 "Asalamualaikum, Bu. Saya Maghfirah, tidak bisa masuk lagi ke Zoom. Tadi ada masalah wifi, jadi ter-cancel dari Zoom," begitulah salah satu pesan singkat yang saya terima dari seorang mahasiswi yang mengikuti perkuliahan saya secara daring (online) melalui aplikasi Zoom beberapa hari lalu.

Pesan seperti ini, atau mirip seperti ini, bukan sekali dua saya terima. Terkadang pesan serupa dari beberapa mahasiswa yang berbeda ketika perkuliahan secara virtual saya selenggarakan.

Dari 30 mahasiswa dalam satu kelas terkadang ada lima sampai sepuluh orang yang memiliki masalah dalam mengikuti mata kuliah yang saya sajikan. Masalah yang dihadapi bisa berbeda-beda pada setiap pertemuan dan orangnya secara bergantian menghadapi masalah tersebut. Misalnya, pada pertemuan sebelumnya lancar jaringannya maka bisa jadi pada pertemuan selanjutnya mahasiswa tersebut terkendala.

Melalui grup WhatsApp belajar yang saya bentuk selain Classroom sebagai media belajar, saya mendapat pengaduan tentang apa saja kendala mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan online. Ulfa Sri Dewi misalnya, salah satu mahasiswi saya menyebutkan setidaknya ada empat masalah yang ia temukan dalam perkuliahan daring. Pertama, proses belajar sangat bergantung pada kelancaran jaringan internet dan ketersediaan kuota paketnya.

Kedua, kesulitan dalam mengerti bahan kuliah yang dikirim oleh beberapa dosennya karena tak memuat penjelasan yang cukup baginya. Ketiga, pengalamannya pada semester genap sebelumnya banyak sekali tugas perkuliahan.

Mulai dari model tugas ketik langsung maupun tugas yang harus ia tulis tangan sesuai arahan dosennya. Keempat, tidak bisa fokus saat jam kuliah online, karena terkadang harus menyelesaikan tugas rumahnya lebih dahulu.

Hal ini juga dialami oleh Radhiatul, mahasiswi lainnya, di mana saat sedang kuliah online ibunya terkadang menyuruhnya untuk berbelanja sebentar ke pasar. Sementara itu, Ainal Yunarti menyampaikan bahwa kuliah daring tanpa langsung tatap mata dengan waktu yang singkat dan jaringan yang timbul tenggelam membuatnya sulit memahami penjelasan dosennya.

Apalagi, ia tidak terlalu leluasa untuk diskusi karena khawatir banyak bertanya akan terlalu banyak menghabiskan kuota. Hal yang disampaikan Ulfa juga dibenarkan oleh Evi Sartika yang juga mengambil mata kuliah Viktimologi yang saya ampu di unit yang sama.

Sawah menjadi tujuan Evi harus ke tempat yang bagus jaringannya jika kuliah daring dilaksanakan. Sawah menjadi tujuan, sekaligus tumpuan harapannya. Sawah juga menjadi spot yang bersahabat bagi Ela Rosanti yang berasal dari Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved