Kamis, 9 April 2026

Korban Meninggal akibat Gempa Turki Jadi 28 Orang

Tim penyelamat pada Sabtu (31/10/2020) membongkar balok beton dan puing-puing delapan bangunan yang runtuh untuk menyelamatkan korban

Editor: bakri
Mehmet Emin Mengüarslan - Anadolu Agency
Pekerjaan pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan di puing-puing sebuah bangunan di distrik Bayrakli setelah gempa berkekuatan 6,6 mengguncang pantai Laut Aegean Turki, di Izmir, Turki pada 30 Oktober 2020. 

* 831 Lainnya Luka-luka

IZMIR - Tim penyelamat pada Sabtu (31/10/2020) membongkar balok beton dan puing-puing delapan bangunan yang runtuh untuk menyelamatkan korban setelah gempa kuat melanda lepas pantai Aegean, Turki, dan utara Pulau Samos, Yunani. Hingga kini, jumlah korban yang meninggal dunia bertambah menjadi 28 orang. Selain itu, 831 warga lainnya mengalami luka-luka.

Gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang terjadi pada Jumat (30/10/2020) sore waktu setempat merobohkan bangunan di Izmir, kota terbesar ketiga di Turki, dan memicu tsunami kecil di Distrik Seferihisar dan Samos. Gempa susulan juga dikabarkan terjadi.

Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, dalam cuitan di akun Twitter-nya seperti dilansir Associated Press (AP), setidaknya ada 26 orang meninggal dunia di Kota Izmir akibat bencana alam itu. Di antara korban tersebut, ada seorang perempuan lansia yang meninggal akibat tenggelam.

Kepemimpinan Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mengatakan, sebanyak 831 orang terluka di Izmir dan tiga provinsi lain. Sementara Menteri Kesehatan Turki mengatakan 25 dari mereka sekarang dalam perawatan intensif. Adapun dua remaja yang tewas di Pulau Samos dikabarkan karena tertimpa tembok yang runtuh.

Otoritas kesehatan setempat menyebutkan, sedikitnya 19 orang yang terluka di Pulau Samos, termasuk seorang anak berusia 14 tahun, diterbangkan ke Athena. Sedangkan tujuh korban lainnya dirawat di rumah sakit di pulau tersebut.

Tsunami kecil yang melanda pantai Turki juga memengaruhi Samos, dengan air laut membanjiri jalan-jalan di kota pelabuhan utama Vathi. Pihak berwenang memperingatkan orang-orang untuk menjauh dari pantai dan dari bangunan yang berpotensi rusak. Gempa bumi, yang menurut Kandilli Institute berbasis di Istanbul bermagnitudo 7,0 SR itu berpusat di Kota Aegean, timur laut Samos.

AFAD mengatakan gempa tersebut berpusat pada kedalaman sekitar 16 kilometer. Turki sendiri dilintasi garis patahan dan termasuk rawan gempa bumi. Pada tahun 1999, dua gempa kuat menewaskan sekitar 18.000 orang di barat laut Turki. Gempa bumi juga sering terjadi di Yunani. Pihak berwenang memperingatkan warga di Izmir untuk tidak kembali ke bangunan yang rusak, dengan mengatakan bahwa bangunan itu bisa runtuh dalam gempa susulan yang kuat.

Banyak orang menghabiskan malam di jalanan, terlalu takut untuk kembali ke rumah mereka, bahkan jika mereka tidak mengalami kerusakan menurut laporan kantor berita DHA. Sejak mengalami hubungan bilateral yang tegang, Yunani dan Turki mengeluarkan pesan solidaritas timbal balik ketika para pemimpin dua negara itu berdiskusi melalui telepon.

"Saya berterima kasih kepada Presiden Erdogan atas tanggapan positifnya pada panggilan telepon saya," kata Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, sebelum melakukan perjalanan ke Samos, Sabtu (31/10/2020).

Hubungan antara Turki dan Yunani sangat tegang, dengan kapal perang dari keduanya berhadapan di Mediterania timur dalam perselisihan mengenai batas-batas maritim dan hak eksplorasi energi. Ketegangan yang sedang berlangsung telah menyebabkan kekhawatiran akan konflik terbuka antara kedua tetangga dan sekutu NATO itu. (kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved