Breaking News:

Opini

Maulid dan Umat Nabi

Tanpa kehadiran Rasulullah, kita tidak bisa bayangkan dunia ini, dunia hari ini. Dulu, Eropa masih gelap jika tidak ada pencerahan

Maulid dan Umat Nabi
IST
Muhammad Yakub Yahya, Dewan Pengurus TPQ Baiturrahman dan Imam Rawatib Masjid Al-Mukarramah Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

 Oleh: Muhammad Yakub Yahya

ASN Bidang PHU Kanwil Kemenag Aceh

Tanpa kehadiran Rasulullah, kita tidak bisa bayangkan dunia ini, dunia hari ini. Dulu, Eropa masih gelap jika tidak ada pencerahan dari peradaban dan komunitas Islam. Aceh dan nusantara juga sama. Itu satu alasan, kenapa Michail H Hart, yang orientalis, menempatkan Nabi Muhammad Saw di urutan pertama dalam karyanya tentang manusia yang paling berpengaruh di dunia.

Ingat Hart, ingat pembela Islam dari luar dan dalam Islam, juga penghina agama agung ini. Ada tiga tipe orientalis. Pertama, yang belajar Islam untuk mencari kelemahan umat Islam, untuk menyerang seperti Snouck Hurgronje yang akhirnya membantu Belanda memudahkan menyerang Aceh. Kedua, ada yang belajar Islam untuk ilmu secara objektif seperti John L Esposito dan Michael H Hart.

Ketiga, ada yang mempelajari Islam dengan tujuan mencari kelemahan umat Islam tapi akhirnya dengan hidayah dan ilmunya ia masuk Islam. Jumlah ini terus beranjak dalam statistik muallaf, yang sebenarnya bukan 'muallaf' yang patut dikasih zakat, malah dia yang membantu Islam dengan materi dan immaterinya.

Rasulullah Saw telah mengantarkan kita dari sistem kejahiliahan menuju kehidupan islamiyah berperadaban. Di antara kesuksesannya, teladan dan jihad sahabat yang menaladaninya.

Kini Nabi Muhammad kembali dihina. Siapa yang membela penghina dan lawannya selalu ada. Muhammadurrsulullah walladzina ma'ahu asyidda-u 'alal kuffari ruhama-u bainahum. Tarahum rukka'an sujjadan. Yabtaghuna fadhlam minallahi waridhwana. Simahum fi wijuhihim min atsaris sujud. Dzalika matsaluhum fittaurati wamatsaluhum fil-injil... (QS. Al-Fath: 29).

Muhammad Saw dan ciri sahabat dan umat generasi awalnya telah dikhabarkan dalam Taurat dan Injil jika itu Injil asli. Bahwa beliau bersama sahabat tegas, bukan keras, bukan mencari musuh dengan kafir; sebaliknya berkasih sayang sesamannya.

Maksudnya dalam hal keyakinan, umat tak bisa bekerja sama dengan nonmuslim. Boleh dalam hal di luar ibadah, seperti perekoniman dan sosial. Iman bukan wilayah abu-abu, tapi harus tegas, Islam yang paling benar. Namun tegas ke luar dalam menghadapi serangan, jika nonmuslim memulainya menabuh genderang.

Pernah, Rasulullah setuju saat dalam Piagam Madinah namanya diganti dari Muhammad Rasulullah menjadi Muhammad bin Abdullah, atas komplain Yahudi. "Kalau namanya Muhammad Rasulullah berarti kami akui anda nabi dan tak perlu ada perjanjian ini," kata pimpinan Yahudi. Namun saat Yahudi melanggar perjanjian maka Rasulullah menyerang Bani Qainuqa'. Benteng Khaibar diruntuhkan, dalam Perang Khaibar.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved