Selasa, 12 Mei 2026

Berita Foto

FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat

Demonstran membawa senjata api termasuk senapan, serta spanduk anti-rasialisme dan anti-imperialisme.

Tayang:
Editor: m anshar
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - pengunjuk-rasa-bersenjata.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Seorang pengunjuk rasa bersenjata berjaga saat aksi unjuk rasa Bela Demokrasi melewati Kantor Pemilihan Kabupaten Multnomah pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - polisi-memukul-pengunjukrasa.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Seorang Polisi Negara Bagian Oregon memukul seorang pengunjuk rasa dengan tongkatnya saat membubarkan kerumunan pengunjuk rasa pada tanggal 4 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - pendukung-trump-mencoba-untuk-lari.jpg
Olivier DOULIERY / AFP
Seorang pendukung Trump mencoba untuk lari dari para demonstran di alun-alun Black Lives Matter di seberang Gedung Putih pada hari pemilihan di Washington, DC pada 3 November 2020.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - pendukung-calon-presiden-dari-partai-demokrat.jpg
Eric BARADAT / AFP
Pendukung calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, khawatir saat mereka menyaksikan hasil pemilu terungkap di layar raksasa di alun-alun dekat Gedung Putih pada 3 November 2020 di Washington, DC.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - menangkap-seorang-pria-yang-diduga-menggunakan-senjata.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Polisi Portland dan Pasukan Negara Bagian Oregon menangkap seorang pria yang diduga menggunakan senjata senapan selama aksi protes pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - menarik-seorang-anak-menjauh-dari-kerumunan-aksi.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Seorang wanita menarik seorang anak menjauh dari kerumunan aksi saat melewati sebuah restoran di pusat kota pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - membakar-bendera-amerika.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Pengunjuk rasa membakar bendera Amerika saat aksi unjukrasa 4 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - polisi-portland.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Polisi Portland dan Pengawal Nasional Oregon berkendara melalui pusat kota sambil membubarkan pengunjuk rasa pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - pengunjuk-menarik-penghalang-ke-jalan.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Pengunjuk menarik penghalang ke jalan saat melarikan diri dari polisi pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - pengawal-nasional-negara-bagian-oregon.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Seorang Pengawal Nasional Negara Bagian Oregon mengawasi kerumunan saat membubarkan pengunjuk rasa blok hitam pada pagi hari tanggal 5 November 2020 di Portland, Oregon.
FOTO - Demonstran Bersenjata Api Lengkap Mengawal Hasil Pilpres Amerika Serikat - memimpin-kerumunan.jpg
Nathan Howard / Getty Images / AFP
Seorang pembicara memimpin kerumunan dalam nyanyian pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.

Massa yang berkumpul di tepi sungai Portland bersumpah untuk mengawal hasil pilpres AS, dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Hitung Setiap Suara" dan "Pemilihan Selesai.

Seorang Pengawal Nasional Negara Bagian Oregon mengawasi kerumunan saat membubarkan pengunjuk rasa blok hitam pada pagi hari tanggal 5 November 2020 di Portland, Oregon.
Seorang Pengawal Nasional Negara Bagian Oregon mengawasi kerumunan saat membubarkan pengunjuk rasa blok hitam pada pagi hari tanggal 5 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)

SERAMBINEWS.COM, PORTLAND - Polisi negara bagian Oregon bersama Garda Nasional dengan truk kamuflasenya bentrok dengan massa di sekitar Portland.

Setidaknya 10 orang ditangkap dalam kerusuhan saat pemilihan presiden Amerika Serikat ( pilpres AS) ini.

Portland sebelumnya telah ditempatkan dalam siaga tinggi oleh Gubernur Kate Brown, menyusul maraknya demo di sana sejak musim panas.

Kemudian di kerusuhan terbaru ini, sekelompok pengunjuk rasa memecahkan kaca jendela toko-toko, lalu seorang pria yang diyakini melempar bom Molotov telah ditahan.

Polisi Portland dan Pasukan Negara Bagian Oregon menangkap seorang pria yang diduga menggunakan senjata senapan selama aksi protes pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Polisi Portland dan Pasukan Negara Bagian Oregon menangkap seorang pria yang diduga menggunakan senjata senapan selama aksi protes pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)

Kantor Sheriff Multnomah County melaporkan, kerusuhan meluas dan polisi dilempari botol kaca saat mendekat ke arah demonstran.

Jurnalis AFP di lokasi kejadian menyaksikan dua penangkapan di sudut jalan, dan salah satu yang ditangkap bernama Michael Ream dengan wajah berlumuran darah.

"Ini sama seperti biasanya, perlakuan kasar dari polisi dan warisan mengerikan yang mereka bawa setiap hari," ucap mahasiswa S3 itu kepada AFP saat polisi memborgolnya.

Seorang pendukung Trump mencoba untuk lari dari para demonstran di alun-alun Black Lives Matter di seberang Gedung Putih pada hari pemilihan di Washington, DC pada 3 November 2020.
Seorang pendukung Trump mencoba untuk lari dari para demonstran di alun-alun Black Lives Matter di seberang Gedung Putih pada hari pemilihan di Washington, DC pada 3 November 2020. (Olivier DOULIERY / AFP)

Kemudian, saat ditanya apakah dia turun ke jalan karena pilpres Amerika, dia menjawab, "Lebih kurang begitu.

Saya sudah tidak lama ikut demo."

Portland menjadi tempat bentrokan beberapa bulan terakhir, antara polisi dan massa yang marah atas pembunuhan orang-orang Afro-Amerika oleh aparat keamanan.

Seorang wanita menarik seorang anak menjauh dari kerumunan aksi saat melewati sebuah restoran di pusat kota pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Seorang wanita menarik seorang anak menjauh dari kerumunan aksi saat melewati sebuah restoran di pusat kota pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)

Massa sebelumnya berunjuk rasa secara damai di taman pusat kota, dihadiri oleh koalisi kelompok sayap kiri anti-kapitalis yang berorasi disertai musik.

Pemimpin demo Evan Burchfield berkata ke AFP, kota itu memanfaatkan polisi sebagai alat penindas politik selama bertahun-tahun, dan tidak akan ada yang berubah meski Joe Biden menang pilpres Amerika.

Massa yang berkumpul di tepi sungai Portland bersumpah untuk mengawal hasil pilpres AS, dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Hitung Setiap Suara" dan "Pemilihan Selesai.

Pendukung calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, khawatir saat mereka menyaksikan hasil pemilu terungkap di layar raksasa di alun-alun dekat Gedung Putih pada 3 November 2020 di Washington, DC.
Pendukung calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, khawatir saat mereka menyaksikan hasil pemilu terungkap di layar raksasa di alun-alun dekat Gedung Putih pada 3 November 2020 di Washington, DC. (Eric BARADAT / AFP)
Pengunjuk rasa  membakar bendera Amerika saat aksi unjukrasa  4 November 2020 di Portland, Oregon.
Pengunjuk rasa membakar bendera Amerika saat aksi unjukrasa 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)

Pertarungan Berlanjut". Di sisi lain, sejumlah demonstran membawa senjata api termasuk senapan, serta spanduk anti-rasialisme dan anti-imperialisme yang bergambar senapan dan bertuliskan "Kami Tidak Mau Biden. Kami Ingin Balas Dendam". (*)

Polisi Portland dan Pengawal Nasional Oregon berkendara melalui pusat kota sambil membubarkan pengunjuk rasa pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Polisi Portland dan Pengawal Nasional Oregon berkendara melalui pusat kota sambil membubarkan pengunjuk rasa pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)
Pengunjuk  menarik penghalang ke jalan saat melarikan diri dari polisi pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Pengunjuk menarik penghalang ke jalan saat melarikan diri dari polisi pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)
Seorang pembicara memimpin kerumunan dalam nyanyian pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Seorang pembicara memimpin kerumunan dalam nyanyian pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)
Para pengunjuk rasa berdiri di depan sebuah truk pemadam kebakaran membawa tanda yang menyerukan penghitungan total suara pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Para pengunjuk rasa berdiri di depan sebuah truk pemadam kebakaran membawa tanda yang menyerukan penghitungan total suara pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)
Seorang Pengawal Nasional Negara Bagian Oregon mengawasi kerumunan saat membubarkan pengunjuk rasa  pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Seorang Pengawal Nasional Negara Bagian Oregon mengawasi kerumunan saat membubarkan pengunjuk rasa pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)
Seorang Polisi Negara Bagian Oregon memukul seorang pengunjuk rasa dengan tongkatnya saat membubarkan kerumunan pengunjuk rasa pada tanggal 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Seorang Polisi Negara Bagian Oregon memukul seorang pengunjuk rasa dengan tongkatnya saat membubarkan kerumunan pengunjuk rasa pada tanggal 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)
Seorang pengunjuk rasa bersenjata berjaga saat aksi unjuk rasa Bela Demokrasi melewati Kantor Pemilihan Kabupaten Multnomah pada 4 November 2020 di Portland, Oregon.
Seorang pengunjuk rasa bersenjata berjaga saat aksi unjuk rasa Bela Demokrasi melewati Kantor Pemilihan Kabupaten Multnomah pada 4 November 2020 di Portland, Oregon. (Nathan Howard / Getty Images / AFP)
 Seorang pengunjuk rasa menghibur Kristan Small yang membawa bendera dari pemakaman ayahnya ke demonstrasi pemilihan pada 4 November 2020 di Lansing, Michigan. Ayah Small, Gordon Small, meninggal karena Covid-19 pada 8 Mei dan dia datang ke rapat umum untuk menuntut agar semua suara dihitung dalam pemilihan presiden sebelum calon mana pun menyatakan kemenangan.
Seorang pengunjuk rasa menghibur Kristan Small yang membawa bendera dari pemakaman ayahnya ke demonstrasi pemilihan pada 4 November 2020 di Lansing, Michigan. Ayah Small, Gordon Small, meninggal karena Covid-19 pada 8 Mei dan dia datang ke rapat umum untuk menuntut agar semua suara dihitung dalam pemilihan presiden sebelum calon mana pun menyatakan kemenangan. ( John Moore / Getty Images / AFP)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kerusuhan Pilpres AS, Polisi dan Garda Nasional Bentrok dengan Massa Anti-Trump", https://www.kompas.com/global/read/2020/11/05/171144870/kerusuhan-pilpres-as-polisi-dan-garda-nasional-bentrok-dengan-massa-anti?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved