Mendagri: Harus Kompak Bangun Aceh
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Pol (Purn) Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian MA PhD, atas nama Presiden RI
* Minta Nova Jaga Komunikasi dengan Semua Pihak
BANDA ACEH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Pol (Purn) Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian MA PhD, atas nama Presiden RI, melantik Ir H Nova Iriansyah MT, sebagai Gubernur Aceh Sisa Masa Jabatan 2017-2022 di Gedung DPRA, Kamis (5/11/2020) pagi. Pada kesempatan itu, Tito antara lain berpesan bahwa membangun Aceh tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tapi harus kompak antara pemerintah pusat dan daerah serta segenap unsur yang ada di Aceh mulai dari tingkat provinsi hingga ke desa.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Nova Iriansyah berlangsung dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRA, H Dahlan Jamaluddin SIP, di hadapan Ketua Mahkamah Syar'iyah Aceh, Dra Hj Rosmawardani SH MH. Usai dilantik, Nova juga dipeusijuek oleh Wali Nanggroe, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar.
Selain Wali Nanggroe, acara itu juga dihadiri unsur Forkopimda Aceh, serta pejabat Kemendagri dagri yaitu Dirjen Otonomi Daerah, Akmal Malik, Dirjen Keuangan Daerah, Mochamad Ardian N, dan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, yang juga putra Aceh. Sementara bupati dan wali kota serta unsur forkopimda kabupaten/kota se-Aceh mengikuti acara pelantikan tersebut secara virtual.
Nova yang juga mantan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh itu dilantik menggantikan Gubernur, drh H Irwandi Yusuf MSc, yang diberhentikan Presiden Jokowi karena terbukti terlibat dalam kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). Saat ini, Irwandi sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, setelah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.
Pelantikan Nova sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 95/P Tahun 2020 tanggal 15 September 2020 tentang pengesahan pemberhentian dengan hormat Wakil Gubernur Aceh Sisa Masa Jabatan Tahun 2017-2022 dan pengesahan pengangkatan Gubernur Aceh Sisa Masa Jabatan Tahun 2017-2022.
Berbeda dengan sebelumnya, pelantikan yang berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19 ini menerapkan protokol kesehatan (protkes) yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan hand sanitizer. Selain itu, jumlah tamu undangan juga dibatasi dan prosesi pelantikan dipercepat.
Mendagri dalam sambutannya menekankan agar para pemangku kepentingan di Aceh kompak dalam menjaga keamanan dan membangun Aceh. Pesan itu disampaikan Tito karena selama ini hubungan antara eksekutif dan legislatif tidak harmonis sehingga berdampak tidak baik bagi pembangunan Aceh.
"Saya mengucapkan selamat kepada Gubernur Aceh, Saudara Ir H Nova Iriansyah MT yang sudah dilantik, kiranya amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik mungkin. Bangun komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak agar tercipta kehidupan politik dan keamanan yang baik sehingga bisa melaksanakan berbagai program yang sudah direncanakan demi kesejahteraan masyarakat Aceh," pesan Tito Karnavian.
Ia juga mengimbau kepada semua pihak untuk mendukung Gubernur dalam melaksanakan tugasnya. "Selamat bertugas dan kita semua berdoa semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua dalam rangka mewujudkan Aceh yang lebih aman, damai, makmur, dan sejahtera sesuai dengan motto Aceh Hebat," ungkap mantan Kapolri, ini.
Di awal sambutannya, Tito juga berpesan bahwa membangun Aceh tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tapi harus kompak antara pemerintah pusat dan daerah serta segenap unsur yang ada di Aceh mulai dari tingkat provinsi hingga ke desa. Demikian pula kekompakan antara eksekutif, legislatif, yudikatif, dan unsur lain termasuk organisasi non pemerintah, tokoh-tokoh adat, ulama, serta segenap lapisan masyarakat.
Mendagri juga meminta semua pihak kompak dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak ikutannya. "Pemerintah dan semua pihak bahkan harus pandai membaca peluang dengan melakukan terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif di tengah tantangan situasi sulit pandemi Covid-19, sehingga dapat memicu percepatan pembangunan dengan segenap sumber daya yang ada," katanya.
Pemerintah pusat, tambah Tito Karnavian, tentu juga tidak berdiam diri. Menurut Mendagri, berbagai program baik fisik maupun nonfisik terus dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan mendorong percepatan pembangunan.
Sementara itu, Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, dalam sambutannya juga berharap, pelantikan ini bisa menjadi momentum terwujudnya hubungan yang saling mendukung antara legislatif dan eksekutif, sehingga roda pemerintahan di Aceh dapat berjalan secara efektif. Sebab, menurutnya, konstitusi Republik Indonesia menegaskan bahwa pemerintahan daerah dijalankan oleh dua lembaga yaitu kepala daerah dan DPRD.
"Maka menjadi suatu keniscacayaan agar Gubernur Aceh mampu membangun komunikasi yang baik dengan lembaga legislatif sehingga tercipta orkestrasi yang indah untuk mewujudkan kehendak dan harapan masyarakat," ungkapnya.
Dengan bermusyawarah, sambung Dahlan, pemerintah akan mampu memikul amanah yang dititipkan oleh rakyat Aceh. "Seperti nasihat indatu kita, meunyo ka pakat, lampoh jrat ta peugala. Meunyo hana pakat, pade lam blang diba le ie raya (kalau sudah sepakat, tanah kuburan bisa digadaikan, Kalau tidak sepakat, padi di sawah bisa dibawa banjir)," jelas politikus Partai Aceh (PA) tersebut bertamsil.
Pada kesempatan itu, Dahlan juga menyampaikan beberapa persoalan Aceh kepada Mendagri. Seperti belum maksimalnya pelaksanaan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang kini sudah berumur 14 tahun. Hal itu terjadi karena dalam implementasinya masih banyak tumpang tindih dengan peraturan perundang-undangan tingkat nasional.
Dahlan juga meminta dukungan kepada Mendagri agar Pilkada Aceh tetap dilaksanakan pada tahun 2022 seperti diatur dalam Pasal 65 UUPA yang menyebutkan pemilihan kepala daerah dilaksanakan setiap lima sekali.
"Terkait dana otonomi khusus yang akan berakhir pada 2027 mendatang, kami mengharapkan kepada Pemerintah Pusat agar dana tersebut dapat diperpanjang. Dana itu sangat dibutuhkan oleh Aceh terutama untuk pembangunan, pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan," demikian Ketua DPRA, Dahlan.
Seusai dilantik sebagai Gubernur Aceh Sisa Masa Jabatan 2017-2022, Ir Nova Iriansyah MT, berjanji untuk melanjutkan berbagai program pembangunan Aceh dalam dua tahun ke depan, termasuk menyelesaikan visi dan misi yang sebelumnya dicanangkan bersama Irwandi Yusuf saat Pilkada 2017 lalu.
"Jika sebelumnya saya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, maka mulai hari ini (kemarin-red) saya resmi disumpah dan dilantik sebagai Gubernur Aceh sesuai peraturan perundang-undangan. Tentu saja, tanggung jawab akan semakin besar dan Insya Allah akan saya menjaga amanah ini dengan baik," janjiya.
Pada kesempatan itu, Nova juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi aktif semua elemen masyarakat Aceh. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Nova juga meminta dukungan dari ulama, unsur forkopimda, legislatif, partai politik, LSM, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Sebab, menurutnya, mencapai tujuan seperti yang terkandung dalam visi dan misi 'Aceh Hebat' tidak akan sulit bila dilakukan dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat Aceh. "Insya Allah, dalam memegang amanah kendali Pemerintahan Aceh ke depan, kami akan terus belajar dari kekurangan masa lalu, serta memetik pelajaran dari keberhasilan yang pernah ada untuk dilanjutkan dan ditingkatkan," ujar dia.
Dalam sambutannya, Nova juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada drh Irwandi Yusuf MSc, yang disebutnya sebagai gubernur senior. Sebab, dengan kerja kerasnya selama memimpin Pemerintah Aceh, dapat melanjutkan pembangunan yang bermartabat dan merawat perdamaian yang berkelanjutan di Aceh.
Ia juga berterima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRA yang sudah memfasilitasi pelantikan tersebut. "Saya berharap ke depan akan terus mendapat dukungan dari pihak legislatif dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik seperti yang kita cita-citakan bersama," ungkap Nova.
Rasa terima kasih juga disampaikan Nova Iriansyah kepada seluruh rakyat Aceh yang sudah memberi kepercayaan kepada dirinya untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur Aceh Sisa Masa Jabatan 2017-2022. Dengan dukungan masyarakat, Nova yakin akan mampu mengemban amanah untuk membangun Aceh menjadi lebih baik, lebih sejahtera, lebih adil, dan lebih bermartabat, dengan cahaya Islam yang memberi rahmat bagi semuanya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Nova mengajak semua pihak agar bahu-membahu menjaga kondusifitas pembangunan untuk mencapai perdamaian berkelanjutan di Aceh dan mengelola perbedaan politik dengan menyingkirkan kepentingan kelompok demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh.
"Tentu saja, menghadirkan kesejahteraan hanya bisa diwujudkan dengan dukungan dan partisipasi seluruh rakyat Aceh. Tanpa rakyat, para pemimpin bukanlah siapa-siapa," tutup Nova Iriansyah. (mas/dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mendagri-lanti-nova-sebagai-gubernur-aceh.jpg)