Breaking News:

Derita Warga Palestina

869 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, Turki Kecam Penghancuran Bangunan di Tepi Barat

Sepanjang tahun ini, sudah 689 bangunan dihancurkan di Tepi Barat termasuk di Yerusalem Timur. Sehingga menyebabkan 869 warga Palestina mengungsi.

Editor: Taufik Hidayat
Foto: Anadolu Agency
Pasukan keamanan Israel menghalau warga Palestina yang menolak pembangunan permukiman Yahudi dan tembok pemisah, pada 6 November 2020 di desa Beit Deccan di Nablus, Tepi Barat (Nedal Eshtayah-Anadolu Agency) 

SERAMBINEWS.COM, NABLUS - Israel sekali lagi melakukan "kebijakan agresif dan melanggar hukum" dengan menghancurkan struktur Palestina di Tepi Barat, ungkap Kementerian Luar Negeri Turki.

"Israel sekali lagi menunjukkan kebijakan agresif dan melanggar hukum dengan menghancurkan lebih dari 70 perumahan Palestina, fasilitas pendidikan dan perawatan kesehatan di Lembah Yordania yang diduduki," kata kementerian Turki itu dalam sebuah pernyataan.

Israel juga mengevakuasi dan menghancurkan 200 bisnis Palestina di pusat Yerusalem Timur.

Langkah-langkah ini diambil di tengah pandemi virus korona, yang situasinya semakin parah.

Menekankan bahwa 689 bangunan telah dihancurkan di Tepi Barat termasuk di Yerusalem Timur selama tahun 2020, kehancuran ini menyebabkan perpindahan sekitar 869 warga Palestina.

Turki akan terus menolak tindakan melanggar hukum dan tidak manusiawi yang memperdalam pendudukan Israel di wilayah Palestina dan menghancurkan visi solusi dua negara.

Pernyataan itu menegaskan kembali bahwa Turki akan terus mendukung rakyat Palestina dan membela hak perjuangan Palestina.

Israel menduduki wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza, pada 1967.

Palestina mempertahankan wilayah ini untuk pembentukan negara Palestina di masa depan.(AnadoluAgency)

Baca juga: Rumah Warga Palestina Dirobohkan, Dituduh Membunuh Seorang Pria Yahudi

Baca juga: Jadwal Kualifikasi MotoGP Eropa 2020: Valentino Rossi Dipastikan Kembali

Baca juga: Wow, Sudah 6.000 Kendaraan Pindah ke Aceh. Dirlantas: Jumlahnya Akan Terus Bertambah

Baca juga: Donald Trump Ingin Balas Dendam Terhadap Fox News, Tuding Sebagai Biang Kehancurannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved