Breaking News:

Internasional

Putra Mahkota Arab Saudi Terdiam, Donald Trump Kalah, Joe Biden Terpilih Sebagai Presiden AS

Penguasa de facto kerajaan Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman tetap diam setelah Joe Biden terpilih sebagai Presiden AS.

Foto: Saudi Press Agency
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Penguasa de facto kerajaan Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman tetap diam setelah Joe Biden terpilih sebagai Presiden AS.

Arab Saudi, mungkin memiliki lebih banyak kerugian dari kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS daripada negara-negara Arab lainnya.

Sejumlah negara Arab lainnya telah meluangkan waktu untuk berkomentar setelah kekalahan Donald Trump yang kebijakan Timur Tengahnya dan penentangan kerasnya terhadap Iran mendapat dukungan Riyadh.

Ketika negara-negara Arab lainnya berlomba untuk memberi selamat kepada penantangnya dari Partai Demokrat, Mohammed bin Salman seakan-akan membisu selama berjam-jam, lansir Reuters, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Para Pemimpin Dunia Sampaikan Ucapan Selamat ke Joe Biden

Bahkan ketika dia mengirim kata-kata hangat kepada presiden Tanzania yang memenangkan pemilihan ulangnya.

Hubungan pribadi Pangeran Mohammed dengan Trump telah memberikan penyangga penting terhadap gelombang kritik internasional atas catatan hak asasi Riyadh.

Khususnya pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, peran Riyadh dalam perang Yaman dan penahanan aktivis wanita.

Sekarang mungkin menjadi titik perselisihan antara Biden dan Arab Saudi, pengekspor minyak utama dan pembeli senjata AS.

Mantan wakil presiden AS itu berjanji dalam kampanyenya akan menilai kembali hubungan dengan kerajaan.

Kemudian, menuntut pertanggungjawaban lebih lanjut atas pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Riyadh di Istanbul dan menyerukan diakhirinya dukungan AS untuk perang Yaman.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved