Breaking News:

Salam

Efektifkan Waktu untuk Jaring Cawagub Aceh

HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin memberitakan bahwa partai pengusung belum membahas tentang Wakil Gubernur (Wagub) Aceh

Efektifkan Waktu untuk Jaring Cawagub Aceh
MISWAR FUADY, Sekjen DPP PNA

HARIAN Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin memberitakan bahwa partai pengusung belum membahas tentang Wakil Gubernur (Wagub) Aceh yang akan mendampingi Gubernur Nova Iriansyah memimpin Aceh hingga 5 Juli 2022.

Kita tahu bahwa agenda ini belum dibahas dari pernyataan sejumlah petinggi partai pengusung yang diwawancarai terpisah oleh wartawan Serambi. Adapun partai pengusung Irwandi-Nova pada Pilkada 2017 lalu adalah Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang saat itu ketuanya Irwandi Yusuf; Partai Demokrat yang ketuanya Nova Iriansyah; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Partai Damai Aceh (PDA) yang kini sudah berubah menjadi Partai Daerah Aceh; dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Dalimi saat dikonfirmasi mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan oleh lintas partai pengusung terkait pengisian posisi wakil gubernur Aceh. Hal yang sama disampaikan Sekjen DPP PNA, Miswar Fuady. Alasannya belum dibahas karena Nova Iriansyah baru saja dilantik menggantikan Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022. Nova dilantik Mendagri pada 5 November lalu.

Masih terhitung sangat baru memang. Kendati demikian, menurut Miswar, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan partai pengusung untuk membahas masalah tersebut. Ia yakin, komunikasi politik dan negosiasi akan mempercepat proses penjaringan cawagub tersebut.

Dengan modal itu pula ia optimis hubungan PNA dan Demokrat yang selama ini kurang harmonis tidak akan berpengaruh pada proses pemilihan wagub. Ketua DPW PKB Aceh, Irmawan yang ditanyai juga mengaku agenda cawagub belum diagendakan pembahasannya oleh lintas partai pengusung.

Namun, partai ini sudah ambil ancang-ancang yang mengajukan calon dari partai sendiri. Sedangkan alternatifnya adalah tokoh di luar partai yang bisa diterima oleh semua kalangan.

Sejauh ini, hanya PDA yang sudah melakukan rapat internal pada 7 November lalu untuk membahas agenda cawagub. Sama seperti PKB, PDA pun mengusulkan cawagub dari internal mereka.

Malah, nama yang diusulkan sudah final, yakni Teungku Muhibbussabri A Wahab selaku pimpinan partai tersebut. Harapan kita, para partai pengusung harus segera duduk untuk membahas agenda penting ini, mengingat masa waktu yang tersisa untuk menjaring, mengusul, dan memilih cawagub pendamping Nova hanya tinggal dua bulan lagi.

Menurut Pasal 54 ayat (3) Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA), masa pengisian jabatan wagub yang kosong itu ada batas waktunya.

Apabila terjadi kekosongan jabatan wagub yang sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan, maka gubernur mengusulkan dua orang calon wagub untuk dipilih oleh rapat paripurna DPRA. Calon yang diusulkan gubernur itu haruslah dua nama yang merupakan usulan dari gabungan partai politik nasional dan lokal yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh.

Nah, sekarang mari kita hitung mundur masa jabatan Gubernur Nova yang tersisa. Ia dilantik pada 5 November 2020. Masa jabatannya berakhir 5 Juli 2022. Artinya masa jabatan Nova selaku Gubernur Aceh hanya tersisa 20 bulan lagi. Dengan sisa masa jabatan yang sedemikian, maka Gubernur Nova berhak mengajukan cawagub. Di sisi lain, waktu untuk mencari sosok cawagub itu hanya tersisa dua bulan dari sekarang.

Jika sampai tanggal 5 Januari 2021 cawagub tersebut tidak berhasil dipilih oleh rapat paripurna DPRA, berarti Nova akan sendirian (tanpa wakil) memimpin Aceh. Jika ini sampai terjadi, ini preseden yang tidak bagus dalam praktik demokrasi di Aceh. Bisa-bisa publik akan menuding Novalah yang sebenarnya tak menghendaki adanya wagub untuk mendampingi dan membantunya.

Tapi kita yakin, Nova tak akan seperti itu. Apalagi dia pernah di posisi wagub. Oleh karenanya, gawe penjaringan dan pengusulan cawagub ini sepenuhnya berada di tangan para pimpinan partai pengusung.

Segerakanlah duduk untuk bermusyawarah. Kejar dan efektifkan waktu yang tersisa. 'Bek lale le'. Usulkan dua nama sebagai cawagub. Carilah sosok yang kapabel dan mumpuni sebagai wagub. Dan yang terpenting orang tersebut haruslah figur yang bisa bekerja sama dengan Gubernur Nova Iriansyah dan sedapatnya sosok yang juga diterima oleh semua kalangan.

Aceh butuh wagub karena hal itu amanat konstitusi dan di masa pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir ini kehadiran seorang wakil tentulah akan sangat membantu tugas-tugas gubernur yang superbanyak dan superberat. Jadi, kehadiran seorang wagub itu adalah keniscayaan bagi Aceh agar roda pemerintahan bisa berjalan lebih baik daripada diurus oleh seorang saja.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved