Breaking News:

Kupi Beungoh

Pilpres AS, Mazhab Pandemi, dan Kita (I)

Dari segi jumlah pemilih popular, angka 4 juta yang diperoleh Biden, adalah jumlah terbanyak yang diperoleh presiden AS sepanjang sejarah.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Ahmad Humam Hamid, Sosiolog, Guru Besar Universitas Syiah Kuala. 

“Pemimpin besar” mereka telah dikembalikan oleh rakyat AS ke rumah asalnya dari Gedung Putih.

Referensi penanganan Covid-19 orang-orang seperti  presiden Bolsanero Brazil, presiden Obrador dari Mexico yang telah membawa kematian dan bencana kepada rakyatnya kini mejadi tak menentu, karena peran “imam besar” itu kini telah selesai.

Janez Jansa, Perdana Menteri Slovania, dan  Viktor Orban, Perdana Menteri Hungaria, dan bahkan Perdana Menteri Borris Johnson yang menjadi pengikut setia anti imigrasi Trump adalah sejumlah pemimpin yang sedih dengan kekalahan Trump.

Dalam hal isu pemanasan global yang kini diperhitungkan sebagai ancaman terbesar ummat manusia pada abad ini, hampir semua pemimpin yang sepaham dengan Trump dalam banyak hal lain, juga ikut setuju membantah tidak ada pemanasan global.

Salah urus Covid-19 oleh presiden Trump telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi AS mengalami kontraksi hebat.

Produk Dimestik Bruto AS antara April dan Juni 2020 menutun tajam dengan angka 32,9 persen, sebuah angka terburuk dalam sejarah ekonomi AS semenjak Perang Dunia ke II.

Jutaan pekerja mendapat status PHK, kegiatan industri terhenti, jasa angkutan, perhotelan, jasa parawisata, dan ribuan UKM AS lumpuh.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya September 2020 media Bloomberg melaporkan paling kurang 300 perusahaan besar, menengah, dan kecil AS telah bangkrut.

Perusahaan minyak, perusahaan penerbangan, perusahaan retail, industri keuangan, sampai kepada UKM pembuat kue dan penyedia jasa makan siang behenti, dan Covid-19 adalah penyebabnya.

Pada akhir Juli 2020 yang lalu, tidak kurang dari 32, 2 juta rakyat AS mendapatkan BLT untuk menutupi biaya kehidupan mereka akibat rendah, buruk, bahkan absennya pendapatan yang mereka peroleh karena Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved