Breaking News:

Kupi Beungoh

Pilpres AS, Mazhab Pandemi, dan Kita (I)

Dari segi jumlah pemilih popular, angka 4 juta yang diperoleh Biden, adalah jumlah terbanyak yang diperoleh presiden AS sepanjang sejarah.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Ahmad Humam Hamid, Sosiolog, Guru Besar Universitas Syiah Kuala. 

Kini sejumlah pikiran dan gagasan Trump mungkin akan mereda, tetapi tidak akan hilang total.

Ia telah dimakzulkan secara demokratis oleh Rakyat AS.

Salah satu kekuatan besar yang membuat Trump rontok adalah  pekerjaan kelompok mahluk kecil yang telah dibiarkan oleh Trump membunuh rakyat AS yang sampai saat ini telah bejumlah lebih dari kematuan 230,000 orang.

Jumlah orang yang terinfeksi semakin hari semakin bertambah, dan jumlah angka kematian akibat Covid-19 juga kian melonjak.

Baca juga: Ini Sudah Berakhir, Dunia Tanpa Trump Lagi

Baca juga: Warga Arab Sebut Donald Trump Lebih Cocok Jadi Pemimpin Mafia, Memusuhi Hampir Semua Orang

Tiga Mazhab Pengendalian Pandemi

Secara tidak sadar  filafat bangsa, budaya,norma, dan sistem nilai,  penghargaan kepada ilmu pengetahuan dan kepemimpinan telah membuktikan kepada masyarakat global sangat berpengaruh kepada kehidupan setiap bangsa.

Pengaruh itu tidak hanya dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga termasuk dalam penanganan pandemi, seperti Covid-19.

Martin Jacques,  wartawan dan penulis senior, Professor Tamu pada Unversitas Tsing Hua,Bejing, Unversitas Fudan, Sanghai, Universitas Cambridge, dan London School of Economics, dalam sebuah wawancara dengan jaringan TV Cina berbahasa Inggris CGTN, menjuluki Trump sebagai pemimpin satu dari tiga mazhab pengendalian pandemi global.

Dalam analisanya ia menguraikan ketiga mazhab itu adalah mazhab AS yang dipelopori oleh presiden Trump, mazhab Asia Timur yang dipelopori oleh pemimpin Cina Tiongkok, Cina Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, dan mazhab Eropah yang tersebar.

Menurut penulis buku laris itu , When China Rules The World , perbedaan ketiga mazhab itu hanya pilihan prioritas pada kata hidup dan kata kehidupan.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved