Breaking News:

Kupi Beungoh

Pilpres AS, Mazhab Pandemi, dan Kita (II - Habis)

Satu isu lagi yang sangat utama, terutama di kalangan pemilih Biden-Haris adalah isu Covid-19 yang dinilai gagal ditangani oleh presiden Trump.

KOLASE SERAMBINEWS.COM
Ahmad Human Hamid, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

Perkembangan kurva pandemi yang cenderung mengikuti Asia Timur di AS umumnya adalah negara bagan yang diperintah oleh gubernur dari partai Demokrat seperti New York, Wisconsin, Louisiana, Michigan, Washinton, Connecticut, New Jersey, dan California.

Di negara bagan ini umumnya adalah kurva gunung Seulawah yang naik tinggi sekali, kemudian turun untuk seterusnya mendatar, dengan tanjakan dan turunan yang kecil.

Konsekwensi mazhab “banci” Eropah adalah kurva menanjak Seulawah untuk kemudian turun, mulai bukit barisan, dan kini, kalau tidak hati-hati akan kembali naik seperti gunung Seulawah lagi.

Di Eropa hanya Jerman yang konsisten dan ketat, dan bahkan mempunyai kemiripan dengan apa yang terjadi di negara-negara Asia Timur.

Jerman memang dari awal Covid-19 sudah sangat-sangat hati, mulai dari keberanian pemerintah lokal untuk menerapkan protokol yang ketat, sampai dengan ketegasan kanselir Markel untuk kebijakan lockdown.

Baca juga: Dua Pekan Lalu, Trump dan Netanyahu Olok-olok Joe Biden, PM Israel Mulai Khawatir

Konsekwensi dari ketiga mazhab itu sangat besar. Cina sebagai pemula Covid-19 yang mempunyai penduduk 1.4 miliar mempunyai jumlah penularan yang kecil dengan kematian total belasan ribu.

Sebaliknya AS yang Covid-19 nya datang belakangan menulari jutaan penduduk dengan jumlah kematian mendekati 230.000.

Padahal jumlah penduduk AS hanya sekitar seperempat jumlah penduduk Cina dan hanya 4 persen dari penduduk global.

Mazhab Eropa juga menderita jumlah penularan yang tinggi dengan kematian puluhan ribu manusia di setiap negara.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved