Breaking News:

Opini

Sosok Pahlawan di Tengah Pandemi

Pada momen ini, banyak hikmah yang bisa dipetik, salah satunya sebagai upaya `melawan lupa'bahwa kemerdekaan Indonesia

Editor: bakri
Sosok Pahlawan di Tengah Pandemi
IST
Muhadi Khalidi, M.Ag, Staf Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN Ar-Raniry, Anggota Komunitas Menulis Pematik Chapter Aceh Tenggara.

Oleh Muhadi Khalidi, M.Ag, Staf Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN Ar-Raniry, Anggota Komunitas Menulis Pematik Chapter Aceh Tenggara.

Setiap tanggal 10 November, Indonesia akan memperingati hari pahlawan yang sangat penting dan sensasional. Pada momen ini, banyak hikmah yang bisa dipetik, salah satunya sebagai upaya `melawan lupa'bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari pengorbanan para pahlawan di medan perang. Tanpa adanya para pahlawan, mustahil bangsa Indonesia akan merasakan nikmatnya kemerdekaan seperti saat sekarangini.

Secara the jure, Indonesia saat ini memang sudah terlepas dari belengu para penjajah. Bisa dibilang, penjajahan di era sekarang bukan lagi sebuah kewajaran. Meski begitu, secara the fakto, Indonesia kini tengah terjajah oleh pandemi Covid-19 yang merengut banyak korban jiwa. Bahkan, secara kuantitas, jumlah kematian akibat virus Corona sudah melebihi korban tewas pada suatu peperangan. Ini menunjukkan, bahwa pandemi Covid-19 adalah masalah serius dan harus diperangi eksistensinya.

Berbicara soal pahlawan, tentu tidak harus sosok yang hadir di tengah peperangan. Pahlawan atau dalam istilah holywood dikenal sebagai `super hero', juga tidak mesti sebuah karakter bertopeng dengan kekuatan di luar batas kewajaran. Semua orang bisa menjadi pahlawan ketika ia memberikan dampak positif bagi berbagai dimensi kehidupan.

Seperti ayah yang menjadi pahlawan keluarga, ibu yang merupakan pahlawan anak, guru sebagai pahlawan murid-muridnya, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, menjadi pahlawan tidak harus menunggu waktu, melainkan bagaimana berkelakuan baik untuk siapa saja,saat dimanapun dan kapan pun.

Begitu pula pada masa pandemi, masyarakat membutuhkan sosok pahlawan yang mampu memberikan secercah harapan untuk hari esok yang indah. Ada beberapa profesi yang layak disebut pahlawan di masa pandemi ini, khususnya mereka yang masih rela berjuang dengan nyawa sebagai taruhan.

Pertama, pahlawan dari tenaga kesehatan. Seperti paradokter, perawat, serta relawan kesehatan yang berjibaku langsung dengan pasien Covid-19. Mereka adalah garda terdepan pada kondisi dimana semua orang seharusnya mengunci diri di rumah.

Kedua, para tokoh adat atau agama. Seperti tengku, ustadz, waled, maupun abuya yang perkataannya didengar dan diperhatikan jamaah. Melalui lisan para ulama inilah, protokol kesehatan lebih menyentuh pribadi masyarakat yang belum sepenuhnya meyakini bahwa Covid-19 itu memang benar adanya. Bukan rekayasa pemerintah, atau wacana hoax yang di-hoax-kan.

Melalui kharisma dakwahnya, tokoh agama memberikan pencerahan kepada masyarakat bukan sebagai provokator yang menjadi duri dalam daging.

Ketiga,ilmuan ahli vaksinasi. Merupakan pihak yang memiliki kecakapan secara sistematis dan terstruktur, khususnya dalam meneliti dan memproduksi vaksin yang sangat diharapkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved