Breaking News:

Opini

Sosok Pahlawan di Tengah Pandemi

Pada momen ini, banyak hikmah yang bisa dipetik, salah satunya sebagai upaya `melawan lupa'bahwa kemerdekaan Indonesia

Sosok Pahlawan di Tengah Pandemi
IST
Muhadi Khalidi, M.Ag, Staf Wakil Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN Ar-Raniry, Anggota Komunitas Menulis Pematik Chapter Aceh Tenggara.

Keempat, aparat keamanan. Mereka oknum yang memberikan peringatan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga diri dari paparan Covid-19. Meskipun bermain di wilayah yang berbeda, aparat keamanan hampir sama kedudukannya dengan pahlawan medis. Hal tersebut karena mereka bersentuhan langsung dengan pusat virus berada, dan sama-sama paling potensial terpapar Covid-19.

Meskipun begitu, keempat pahlawan di atas tidak akan berhasil tanpa dukungan dan sinergitas dari masyarakat. Maka tidak berlebihan jika masyarakat merupakan pahlawan yang ke-5, khususnya mereka yang mematuhi protokeler kesehatan dengan menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga vitalitas tubuh. Maka dari itu, mari sama-sama kita dukung perjuangan para pahlawan dan mari menjadi pahlawan di zonanya masing-masing.

Sebaliknya, jangan menjadi penjajah dengan memperkeruh suasana. Seperti menyebarkan hoax, membuat kepanikan, serta mencibir kinerja para pahlawan garda depan.

Karakter pahlawan

Secara etimologi, kata `pahlawan' berasal dari bahasa Sansekerta `phala', yang artinya buah atau hasil. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan bermakna sebagai sosok yang menonjol sebab pengorbanan dan keberaniannya dalam menegakkan kebenaran. Dengan demikian kata pahlawan bisa dipahami sebagai orang yang berpahala yang perjuangannya memperoleh hasil dan bermanfaat bagi orang banyak.

Perbuatan seseorang yang membawa kemaslahatan bagi orang banyak pasti akan dianggap sebagai sebuah jasa yang tidak ternilai harganya, sehingga orang yang demikian itu layak disebut sebagai pahlawan.

Itu berarti, pahlawan bukan soal `gelar', namun lebih kepada esensi dari sifat dan karakteristik yang akan membuatnya dipandang selayaknya pahlawan. Oleh karena itu, terlepas besar atau kecilnya perbuatan yang dilakukan seseorang, jika ia sudah bisa berbuat untuk membantu kepentingan orang lain, baik untuk kepentingan perorangan maupun bangsa dan negara, maka dia berhak untuk disebut pahlawan.

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 33 tahun 1964 tentang penetapan, penghargaan, dan pembinaan terhadap pahlawan Bab I Pasal 1, adapun yang dimaksud dengan pahlawan dalam ketetapan ini adalah; Pertama, Warga Negara Republik Indonesia yang gugur atau tewas atau meninggal dunia akibat tindak kepahlawanannya yang cukup mempunyai mutu dan nilai jasa penjuangan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara danbangsa.

Kedua, Warga Negara Republik Indonesia yang masih diridai dalam keadaan hidup sesudah melakukan tindak kepahlawanannya yang cukup membuktikan jasa pengorbanan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela negara dan bangsa dan dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh suatu tindak atau perbuatan yang menyebabkan menjadi cacat nilai perjuangan karenanya.

Dalam pandangan Islam, pahlawan dapat diartikan sebagai muslim yang berjuang menegakkan kebenaran (Al-haq) demi memperoleh ridho Allah Swt. Salah satunya adalah para syuhada yang syahid guna menegakkan agama Allah.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved