Jumat, 8 Mei 2026

Teuku Hamid Azwar Diusul Jadi Pahlawan Nasional

Tiga kabupaten/kota di Aceh sepakat mengusulkan H Teuku Abdul Hamid Azwar untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Aceh

Tayang:
Editor: bakri
Serambinews.com
Ketua tim penyusun naskah usulan almarhum Teuku Abdul Hamid Azwar untuk pahlawan nasional, Zulkarnaini, bertemu ahli waris almarhum, Hj Dato' Pocut Haslinda (DIMP) Pahang di kediamannya Jakarta Selatan beberapa waktu lalu untuk meminta izin serta menggali informasi lebih lanjut untuk kebutuhan naskah usulan. 

BANDA ACEH - Tiga kabupaten/kota di Aceh sepakat mengusulkan H Teuku Abdul Hamid Azwar untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Aceh. Ketiga kabupaten/kota tersebut adalah Kota Banda Aceh, Bireuen, dan Bener Meriah. Pengusulan diajukan kepada Pemerintah Pusat melalui Gubernur Aceh.

Ketua tim penyusun naskah usulan pahlawan nasional, Zulkarnaini, dalam rilisnya kepada Serambi, Rabu (11/11/2020), mengungkapkan, surat pengajuan Teuku Hamid Azwar sudah ditandatangani oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dan Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani.

“Bupati Bener Meriah juga sudah berkomitmen untuk menandatangani surat tersebut,” imbuh pria yang akrab disapa Syech Joel ini.

Dia lalu menjelaskan alasan kenapa almarhum Hamid Azwar diusul menjadi pahlawan nasional. Menurut Syech Joel, Teuku Hamid Azwar cukup banyak memberikan sumbangsihnya bagi Republik ini. Baik sebelum Indonesia merdeka, maupun setelah merdeka. Selain itu juga cukup banyak bukti-bukti tertulis yang menceritakan tentang perjuangan Teuku Hamid Azwar.

"Pangkat terakhir beliau Letkol Perwira TNI Komando Sumatera Teuku Hamid Azwar. Di sini jelas bahwa beliau sudah mempertahankan negara Indonesia dari para penjajah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Teuku Hamid Azwar juga ikut menyumbangkan hartanya pada Republik ini yang jumlahnya tidak sedikit. Jejak-jejak pengabdiannya bahkan masih bisa dilihat hingga sekarang.

Jasa-jasanya antara lain adalah memasok senjata, amunisi, dan obat-obatan kepada TNI melalui perusahaan Central Trading Company (CTC) yang didirikannya bersama Letkol Teuku M. Daud (Samalanga) dan Letkol H.A. Thahir.

Teuku Hamid juga menyumbangkan pesawat AVRON ANSON untuk memperkuat Angkatan Udara dan Kapal Laut PPB 58 LB untuk memperkuat angkatan laut Indonesia. Teuku Hamid juga mewakafkan tanahnya untuk pendirian Rumah Sakit Meuraxa dan pendirian sekolah di Meuraxa. Dia juga mendirikan Yayasan Rumah Sakit Meuraxa dan Pesantren Mu'had Al-Firdaus.

Teuku Hamid Azwar juga aktor dibalik berdirinya Departemen Store Sarinah, yaitu departemen store termegah pada masanya, yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta, dan masih tegak berdiri hingga sekarang.

Sayangnya, Teuku Hamid Azwar yang meninggal dunia pada 7 Oktober 1996 tidak mendapatkan bintang jasa dari Pemerintah. Teuku Hamid dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

"Dari sejumlah bukti yang terdapat dalam sejumlah buku, tim penyusun naskah juga sudah bertemu ahli waris, meminta izin mengajukan almarhum Teuku Hamid Azwar sebagai pahlawan. Kemudian diperkuat kembali dengan kesaksian keluarga, para sejarawan dan juga para tokoh yang menyebutkan bahwa Teuku Hamid Azwar memang layak diusul menjadi pahlawan nasional," imbuh Syech Joel.

Teuku Hamid Azwar lahir dari keluarga bangsawan. Dia merupakan keturunan ketujuh dari Ulee Balang Samalanga, Tun Sri Lanang, tokoh penting dunia melayu nusantara  abad ke-17 yang juga penasehat Kesultanan Aceh. Darah Tun Sri Lanang ini mengalir lewat ayahnya, Teuku Chik Muhammad Ali Basyah yang kemudian menikah dengan keturunan Cut Nyak Po, keturunan dari Teuku Nek Meuraxa, Ulee Balang Meuraxa.(mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved