Breaking News:

Salam

Awasi Penularan Corona Dalam Perjalanan Umrah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid‑19 Pusat, Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, calon jamaah umrah wajib mematuhi syarat pemberangkatan

Foto: Saudi Press Agency
Jamaah luar negeri pertama yang tiba di Arab Saudi dari Indonesia dan Pakistan melaksanakan ibadah umrah pada Rabu (4/11/2020) malam. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid‑19 Pusat, Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, calon jamaah umrah wajib mematuhi syarat pemberangkatan dan protokol kesehatan sebelum, saat, dan ketika kembali ke Tanah Air. Termasuk, menjalani tes dan karantina ketika pulang ke Tanah Air, seperti warga lainnya yang melakukan perjalanan keluar negeri lainnya.

Kemudian, dua hari lalu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, HM Arfi Hatim, mengabarkan ada jamaah dari Indonesia yang positif terinfeksi Covid‑19 di Tanah Suci saat pelaksanaan ibadah umrah. Arfi merinci, untuk gelombang pertama, ada delapan jamaah yang telah melakukan PCR/Swab test dan hasilnya positif terpapar virus Corona berdasarkan hasil PCR/Swab di Makkah. Lalu, untuk gelombang yang kedua ada lima jamaah yang juga positif terinfeksi Covid-19. Pada gelombang ketiga tidak ada jamaah yang positif Corona. Sampai kemarin kita belum mendapat penjelasan apakah virus itu terpapar di Indonesia atau di Tanah Suci. Kita juga tidak tahu siapa yang lengah hingga bisa terpapar Corona saat menjalankan ibadah umrah.

Namun, otoritas Makkah mengatakan, jamaah Indonesia itu diswab sebelum menjalankan ibadah umrah, Karena hasilnya positif, maka beberapa jamaah tadi tidak dibolehkan berumrah dan harus masuk karantina hingga sembuh. Dari info tersebut, patut diduga bahwa virus Corona pada jamaah itu tertular di tanah air. Artinya, pihak penyelenggara umrah Indonesia bisa diduga kecolongan. Dan ini tidak boleh terulang lagi. Kasihan jika sampai Indonesia “diblacklist” oleh Pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah sudah menegaskan, penyelenggara umrah di tengah pandemi ini juga wajib merujuk Keputusan Menteri Agama No. 719 Tahun 2020 sebagai pedomannya. Karena itu, penyelenggara perjalanan ibadah umrah harus memperhatikan mekanisme karantina dan calon jamaah, kuota pemberangkatan, serta pelaporan keberangkatan, kedatangan, dan kepulangan jamaah umrah.

”Regulasi disusun untuk memberikan perlindungan kepada jamaah umrah sesuai dengan amanat UU No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah dan telah mengacu pedoman ibadah haji yang ditetapkan Arab Saudi,” ujarnya Prof Wiku yang mengingatakan selama ibadah umrah, jamaah wajib mematuhi protokol kesehatan 3M dan arahan petugas di lapangan.

Makanya umrah akan diawasi lebih ketat lagi serta dievaluasi sesuai perkembangan pandemi Covid‑19 di Indonesia dan Arab Saudi. Jamaah umrah dan kita semua perlu menyadari bahwa penerapan protokol kesehatan dapat secara efektif menurunkan risiko penularan Covid‑19.

Selain itu, kita juga ingin menyampaikan kepada pihak perusahaan travel umrah, Kemenag, dan Satfas Covid-19 di masing-masing daerah supaya menyosialisasikan secara serius tatacara perjalanan berumrah di tengah pandemi Corona ini. Masyarakat yang akan umrah, penting untuk mengetahui dan mematuhi syarat‑syarat yang tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No 719 Tahun 2020. Wiku juga mengingatkan, pembukaan umrah menjadi bukti bahwa Indonesia bisa beradaptasi dengan dinamika kehidupan, termasuk pandemi Covid‑19.

Khusus kepada jamaah yang berangkat umrah diwanti-wanti supaya petuh mengikuti dan menghormati protokol kesehatan dan protokol karantina yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi di Jeddah, Madinah, dan Makkah. Jadi kalau misalnya kita diminta untuk karantina di kamar hotel, tolong laksanakan secara baik, jangan melanggar protokol tersebut dengan jalan‑jalan, ketemu orang, bahkan keluar dari hotel.

Yang juga tak boleh diabaikan adalah, para jamaah harus selalu menjaga kesehatan, baik ketika berada di Indonesia, saat berangkat, pelaksanaan ibadah, hingga kembali ke Tanah Air. Dan, yang tak pernah bosan kita ingatkan adalah selalu memakai masker, mencuci tangan, membawa hand sanitizer, dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved