Selasa, 9 Juni 2026

Korban Pembacokan Meninggal

BREAKING NEWS - Korban Pembacokan di Lambaro Aceh Besar Meninggal Dunia

Korban Pembacokan di Lambaro, Aceh Besar bernama Khaidir (42), dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (13/11/2020).

Tayang:
Penulis: Misran Asri | Editor: Safriadi Syahbuddin
Foto Kiriman Warga/For Serambinews.com
Korban pembacokan di Lambaro bernama Khaidir, meninggal dunia di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Jumat (13/11/2020) subuh. Foto ini saat korban dirawat intensif di salah satu rumah sakit. 

Laporan Misran Asri I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Korban Pembacokan di Lambaro, Aceh Besar bernama Khaidir (42), dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (13/11/2020).

Korban merupakan warga Cot Malem, Kecamatan Blangbintang, Aceh Besar.

Ia dibacok di kawasan pusat perbelanjaan Lambaro, Aceh Besar, Kamis (12/11/2020) malam.

Korban pembacokan yang sebelumnya ditangani di RSUD Meuraxa, meninggal saat menjalani penanganan lanjutan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Ryan Citra Yudha SIK, yang dihubungi Serambinews.com, Jumat (13/11/2020), menyebutkan benar korban sudah meninggal dunia.

"Informasinya korban sudah meninggal tadi pagi. Sejauh ini belum banyak keterangan yang bisa kami sampaikan, karena kami masih di lapangan," tulis AKP Ryan, melalui pesan WhatsApp kepada Serambinews.com.

Baca juga: Beredar Video Pembacokan di Lambaro, Korban Roboh tapi Tak Seorang pun Berani Mendekat

Seperti diketahui dan diberitakan peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Korban Khaidir yang menjadi sasaran pembacokan itu bersimbah darah dan dirawat di RSUD Meuraxa, Banda Aceh.

Identitas diduga pelaku pembacokan berinisial AM itu diketahui dari pesan berantai yang beredar di aplikasi WhatsApp.

Dalam pesan itu diketahui antara pelaku AM dan korban Khaidir sempat bertemu di lambaro, setelah keduanya janjian.

Bahkan di dalam pesan berantai itu juga disebutkan keduanya sempat membeli nasi goreng menggunakan mobil pikup Fanther korban BL 1817 LW.

Entah, bagaimana kasus itu terjadi, tiba-tiba begitu tiba di depan salah satu bank di Jalan Soekarno-Hatta dan ketika pelaku turun, di sanalah ketegangan terjadi.

Tersangka AM yang membawa parah langsung memecahkan kaca mobil pikup Fanther sebelah kanan.

Baca juga: Pembacokan di Lambaro Diduga Bermotif Asmara, Pelaku Sudah Ingatkan Korban tak Jalan dengan Istrinya

Korban langsung keluar dari mobil dan pelaku pun bergegas mengejar sambil lmenghujamkan sejumlah bacokan parang yang mengenai tubuh Khaidir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved